715 KK Terdampak Banjir, PMI Surakarta Gerak Cepat Kerahkan SIBAT
SOLO (Soloaja.co) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta bergerak cepat merespons bencana banjir yang merendam delapan kelurahan sejak Selasa (14/4) malam. Ratusan Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat intensitas hujan tinggi yang memicu luapan air di sejumlah titik strategis kota.
Ketua PMI Solo, Sumartono Hadinoto, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Wali Kota Solo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
- Solo Dikepung Banjir, Wali Kota Turun ke Lapangan
- BRI Dorong Digitalisasi, Tebus Gadai Bisa Lewat BRImo
“Kami segera mengambil bagian dalam penanganan darurat ini. Sejak semalam, personel telah diterjunkan ke lapangan untuk membantu evakuasi dan pendataan warga,” ujar Sumartono, Rabu (15/4).
Dalam operasi kemanusiaan ini, PMI memberikan prioritas pada layanan kesehatan dan akses air bersih. Sebanyak empat armada tangki air bersih dikerahkan guna menjamin kebutuhan konsumsi warga selama masa darurat. Selain itu, unit ambulans beserta tim medis siaga penuh untuk memberikan pertolongan pertama kepada pengungsi.
Sumartono menambahkan, pihaknya juga mulai mendistribusikan makanan siap saji guna meringankan beban warga. Antisipasi terhadap risiko penyakit pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit, juga menjadi perhatian utama tim kesehatan PMI.
- Solo Balapan Perkuat Peran Simpul Integrasi Antar Moda
- UNISRI Jadi Tuan Rumah Sosialisasi IKU LLDIKTI Wilayah 6
“Kami mengerahkan seluruh potensi relawan, termasuk anggota SIBAT di tingkat kelurahan. Fokus kami saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar dan menjaga kondisi kesehatan masyarakat hingga banjir benar-benar surut,” imbuhnya.
Berdasarkan data terkini, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan. Tercatat sebanyak 715 KK terdampak, dengan 109 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. PMI memastikan akan terus menyiagakan personel hingga situasi dinyatakan kembali normal.
