Bupati Sukoharjo & Baznas Luncurkan Program Z-Mart Untuk 40 Warung
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama BAZNAS melakukan terobosan dalam pengentasan kemiskinan melalui peluncuran program Z-Mart, Kamis (12/3/2026). Bertempat di Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, program ini resmi menyasar 40 pelaku usaha mikro (mustahik) yang tersebar di 12 kecamatan.
Program Z-Mart merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo untuk mentransformasi warung kelontong tradisional menjadi gerai yang lebih modern dan kompetitif.
- Mendiktisaintek RI: UNS Harus Jadi Pusat Solusi Krisis Global
- Siaga Lebaran, Polres Sukoharjo Siapkan 2 Pospam dan 1 Pos Terpadu
Bantuan Modal Senilai Rp320 Juta
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp8.000.000. Berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya, modal ini diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk fisik dan sistem:
* Branding Z-Mart: Renovasi tampilan warung agar lebih menarik dan profesional.
* Stok Barang Dagangan: Pengadaan barang dagangan untuk memperkuat permodalan usaha.
* Pendampingan Intensif: Dua pendamping profesional disiagakan untuk mengawal proses distribusi barang hingga pembuatan laporan perkembangan usaha bulanan.
"Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320.000.000. Target kami adalah keberlanjutan. Kami ingin memastikan usaha mereka berkembang secara mandiri," ungkap Sardiyono.
Bupati Etik: Dari Penerima Menjadi Pemberi
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi inovasi BAZNAS yang fokus pada pemberdayaan ekonomi produktif. Ia berharap harga barang di Z-Mart bisa lebih murah dibanding pasar umum karena rantai pasokan yang dipotong langsung oleh BAZNAS.
"Z-Mart ini luar biasa karena membantu warung yang punya potensi tapi tidak berkembang. Harapannya, usaha ini bisa ngremboko (berkembang pesat) sehingga tujuan pengentasan kemiskinan tercapai. Target besarnya, para pemilik warung ini bertransformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat)," tegas Bupati.
- Dies Natalis ke-50 UNS: Anugerahkan UNS Award kepada Emil Salim
- Studi Temukan Kebiasaan Malam yang Memicu Penuaan Otak
Bupati juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan serupa untuk tidak ragu mengajukan permohonan melalui skema resmi pemerintah dan BAZNAS.
Gerak Cepat Bantu Korban Longsor
Selain meluncurkan Z-Mart, Bupati Etik Suryani juga melanjutkan agenda dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam.
Pemerintah menyalurkan bantuan rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bagi korban tanah longsor di Kecamatan Bulu, yakni kepada Ibu Rukiyem (Jatirejo) dan Ibu Satinah (Mulworejo). Aksi ini menjadi bukti sinergi antara program pemberdayaan ekonomi dan respon cepat terhadap bencana di wilayah Sukoharjo.
