Mendiktisaintek RI: UNS Harus Jadi Pusat Solusi Krisis Global
SOLO (Soloaja.co) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menghadiri langsung peringatan puncak Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (11/3/2026). Di hadapan seluruh sivitas akademika di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, ia menekankan pentingnya peran kampus sebagai motor penggerak inovasi di tengah ketidakpastian dunia.
Dalam orasinya, Prof. Brian mengapresiasi perjalanan lima dekade UNS yang telah melahirkan lebih dari 250.000 lulusan. Menurutnya, UNS telah menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
“Selama lima dekade, UNS telah membuktikan dedikasinya. Makna sejati perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Brian.
- Siaga Lebaran, Polres Sukoharjo Siapkan 2 Pospam dan 1 Pos Terpadu
- Pekerja Tetap Bisa Iktikaf, Ini 9 Caranya
Hilirisasi Inovasi Menuju Bangsa Berbasis Pengetahuan
Menghadapi tantangan global seperti krisis iklim, disrupsi teknologi, dan dinamika geopolitik, Mendiktisaintek mengingatkan bahwa kampus harus bertransformasi menjadi pusat akselerasi. Ia mendorong agar penelitian yang dilakukan para dosen dan mahasiswa tidak berhenti di atas kertas, namun diterjemahkan menjadi produk industri.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menerjemahkan penelitian menjadi produk teknologi yang memiliki nilai tambah. Hilirisasi harus mampu memberikan dampak bagi kemakmuran masyarakat," tegasnya.
UNS sebagai Magnet Ekonomi Kawasan
Lebih lanjut, Prof. Brian meyakini bahwa UNS memiliki potensi besar untuk membangkitkan ekonomi di sekitar kawasan kampus. Sejarah dunia mencatat bahwa kota-kota maju sering kali tumbuh subur di sekitar universitas yang kuat secara riset dan akademik.
- HMPS PPKn Unisri Gelar PKM di Panti Asuhan Aisyiyah 2 Solo
- Dies Natalis ke-50 UNS: Anugerahkan UNS Award kepada Emil Salim
Ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dan berinovasi adalah kunci agar perguruan tinggi di Indonesia tetap relevan. Momentum krisis global saat ini justru harus dijadikan pijakan bagi Indonesia untuk "naik kelas" menjadi bangsa maju yang berbasis pada kekuatan ilmu pengetahuan.
“Masa depan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh apa yang dimilikinya hari ini, tetapi oleh ilmu pengetahuan yang dibangunnya untuk masa depan. Dari kampus seperti UNS inilah, masa depan Indonesia sedang disiapkan,” pungkas Mendiktisaintek.
Peringatan emas ini ditutup dengan harapan agar UNS terus konsisten memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan bangsa Indonesia di kancah internasional.
