Atasi Sampah, Astrid Widayani Pantau TPS3R Mojo Makmur

Kusumawati - Sabtu, 28 Februari 2026 11:12 WIB
Wawali Solo Astrid Widayani memantau TPS3R Mojo atas problem sampah Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, melakukan monitoring langsung terhadap pengelolaan sampah di TPS3R Mojo Makmur, Kecamatan Jebres, Jumat (27/2/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan sinergi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berjalan optimal di tingkat wilayah.

Dalam kunjungan tersebut, Astrid didampingi oleh tim dari Rotary, Camat Jebres, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan Kodim, serta Lurah Jebres. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mojo Makmur yang mengelola TPS3R tersebut secara mandiri.

“Ini bukti bahwa masyarakat punya komitmen kuat. Ketika warga terlibat langsung, hasilnya akan jauh lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Astrid saat memantau operasional pemilahan sampah.

Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Bank Sampah

Astrid melihat langsung proses transformasi limbah, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan organik menjadi kompos, hingga pengelolaan sampah anorganik yang bernilai ekonomi. Sistem ini telah terintegrasi dengan bank sampah tingkat warga, sehingga sampah yang terpilah dapat ditabung dan menghasilkan nilai tambah secara finansial.

Ia menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian masalah sampah di Solo bukan pada tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan pada pemilahan di tingkat rumah tangga.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA. Harus dipilah sejak dari rumah, lalu dikelola melalui bank sampah dan TPS3R. Dengan begitu, volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang signifikan,” jelasnya.

Data dan Strategi Pemkot Solo

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Surakarta menghasilkan sekitar 300 ton sampah per hari, dengan 55–60 persen merupakan sampah organik yang berpotensi menjadi kompos. Guna mendukung hal ini, Pemkot terus memperkuat keberadaan bank sampah di tingkat RW sebagai instrumen ekonomi sirkular.

Selain penguatan di hulu, Astrid menyebut Pemkot juga melakukan langkah di hilir dengan menambah alat berat untuk mempercepat penanganan di lokasi pembuangan. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko longsor sampah dan meningkatkan standar keselamatan lingkungan.

Melalui monitoring ini, Astrid berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga semakin solid demi menciptakan Solo yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS