Peringati Hardiknas, Kemenag Sukoharjo Luncurkan Program SERASA SURGA

Kusumawati - Jumat, 01 Mei 2026 16:58 WIB
Program SERASA SURGA diluncurkan Kemenag Sukoharjo di momen Hardiknas (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk "SERASA SURGA" (Sekolah Ramah Sesama: Santun, Unggul, Responsif, Gembira, dan Aman).

Program ini hadir sebagai respons strategis untuk menciptakan ekosistem belajar yang bersih dari perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga intoleransi. Sasaran utamanya adalah seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag, mulai dari madrasah hingga pondok pesantren.

Kepala Kantor Kemenag Sukoharjo, Drs. Muh Mualim, M.Pd.I, menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling dirindukan oleh siswa. Baginya, esensi pendidikan mencakup transfer adab serta pembentukan karakter yang kuat.

"Melalui program SERASA SURGA, kita ingin memastikan seluruh warga pendidikan di Sukoharjo mendapatkan rasa aman. Kita ingin sekolah menjadi taman belajar yang menyenangkan, menghadirkan suasana layaknya surga di satuan pendidikan," ujar Muh Mualim dalam sambutannya.

Gerakan Sistematis dan Tim SURGA

Program ini tidak berhenti pada slogan semata. Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sukoharjo, Khomsun Nur Arif, S.Ag, yang bertindak sebagai pemimpin program (leader), menjelaskan adanya gerakan sistematis melalui instrumen khusus.
Kemenag membentuk "Satuan Unit Reaksi Gangguan Anak" atau Tim SURGA di setiap sekolah. Tim ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam:
* Deteksi Dini: Memantau indikasi kekerasan atau trauma pada siswa.
* Antisipasi: Mencegah ancaman pelecehan seksual terhadap anak.
* Penanganan Cepat: Memberikan tindakan tepat terhadap laporan gangguan keamanan siswa.

Selain aspek keamanan, Khomsun menekankan pentingnya nilai kearifan lokal seperti “Andhap Ashor” (rendah hati). Tujuannya agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang santun.

Target Zero Bullying 2026

Implementasi program akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Kurikulum yang diusung mencakup pendidikan etika, moderasi beragama, serta kampanye masif anti-kekerasan.
Dengan peluncuran ini, Kemenag Sukoharjo optimis dapat mencapai target Zero Bullying.

Sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang memiliki ketangguhan karakter serta budi pekerti luhur di masa depan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS