Nanospray Daun Kelor Karya Tim UMS Raih Penghargaan Internasional di Malaysia

Kusumawati - Jumat, 19 Juni 2026 13:03 WIB
Tim UMS raih penghargaan berkat daun kelor di Malaysia (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Tim mahasiswa lintas program studi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka berhasil menyabet penghargaan Gold Award dalam kompetisi inovasi internasional yang digelar di Malaysia melalui produk inovatif bernama MoriFresh (Moringa and Neem Nano Spray).

MoriFresh merupakan nanospray berbahan dasar ekstrak daun kelor dan daun mimba yang dirancang khusus untuk membantu penyembuhan luka bagi penderita diabetes. Inovasi ini lahir dari kepedulian para mahasiswa terhadap tingginya kasus komplikasi luka diabetes yang sering kali berujung pada infeksi serius.

Ketua tim inovasi UMS, Muhammad Raihan Arrasyid, menjelaskan bahwa kombinasi kedua bahan alami tersebut memiliki fungsi strategis dalam merawat luka. Daun mimba berperan penting untuk mempercepat penutupan luka, sedangkan daun kelor berfungsi sebagai antibakteri alami.

“Selain membantu membersihkan bakteri, produk ini juga berupaya mempercepat proses penyembuhan luka diabetes. Setahu kami, nanospray berbahan daun kelor dan daun mimba untuk luka diabetes masih sangat jarang, bahkan belum kami temukan produk serupa di pasaran,” ujar Rasyid, Jumat (19/6).

Gunakan Teknologi AI untuk Formulasi

Keunggulan utama MoriFresh terletak pada penggunaan teknologi nano. Format nanospray dipilih karena ukuran partikel yang sangat kecil memudahkan cairan meresap ke dalam jaringan kulit secara optimal dan jauh lebih efektif dibandingkan dengan obat luar konvensional.

Dalam proses pengembangannya, tim mahasiswa UMS juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform pemodelan molekuler Boltz-2. Teknologi ini digunakan untuk memetakan interaksi senyawa bioaktif dari daun kelor terhadap protein target bakteri penyebab infeksi, sehingga efektivitas bahan aktif dapat divalidasi dengan akurat sebelum masuk ke tahap pengujian laboratorium.

Ramuan inovasi ini berhasil diwujudkan berkat kolaborasi solid antardisiplin ilmu. Rasyid bersama Alfa Utami (Psikologi) dan Taqiyyah Nurul 'Azzah (Fisioterapi) mengelola sektor administrasi dan proposal. Irfan Malik Tamroini (Pendidikan Agama Islam) menangani bidang desain dan komunikasi visual, sementara Hanin Shohwati Muthi'ah dan Sri Kusuma Dewi (Farmasi) bertanggung jawab penuh pada aspek teknis riset serta formulasi produk di laboratorium.

Dilirik Industri Kosmetik Malaysia

Meski saat ini MoriFresh masih berstatus prototipe, inovasi medis ini langsung memikat dunia industri internasional saat dipamerkan di Malaysia. Rasyid mengungkapkan, timnya sempat dihampiri oleh perwakilan Kursani Technology, sebuah perusahaan kosmetik asal Malaysia yang menyatakan minatnya untuk bekerja sama dalam pengembangan dan komersialisasi produk.

Menatap ke depan, tim UMS telah menyiapkan peta jalan riset jangka panjang. Mereka akan fokus melakukan uji antimikroba in vitro, uji keamanan, serta mengoptimalkan ukuran partikel produk agar berada di bawah 100 nanometer. Melalui serangkaian uji klinis lanjutan, MoriFresh diharapkan dapat diproduksi secara massal sebagai solusi perawatan luka diabetes yang aman, efektif, dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS