Meriah! Pawai Budaya Songgolangit Gentan, Ada Kostum Wayang dan Rebutan Gunungan
SUKOHARJO (Soloaja.co) — Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Kabupaten Sukoharjo. Ratusan warga Perumahan Songgo Langit, Desa Gentan, Kecamatan Baki, menggelar aksi Pawai Budaya dengan mengarak dua buah gunungan keliling kampung, Minggu (23/8/2026).
Pawai yang menempuh rute sejauh tiga kilometer tersebut dilepas langsung oleh Kepala Desa Gentan, Uke Fransiska. Barisan terdepan dipimpin oleh warga berkostum Punokawan, disusul rombongan dari lima rukun tetangga (RT) yang mengenakan busana megah tokoh pewayangan Pandawa.
Koordinator Kegiatan, Seno Wijayanto, menjelaskan bahwa konsep acara tahun ini sengaja memadukan semangat nasionalisme dengan edukasi nilai-nilai budaya lokal bagi generasi muda.
- Sambut HUT Ke-25, Demokrat Sukoharjo Aksi Gerakan Langit Biru di Gadingan
- Pindar Bukan Lagi Sekadar Alternatif, Kini Jadi Pilar Keuangan Nasional
"Pawai tahun ini memang berbeda. Selain bernuansa nasionalis, ada nilai budaya dengan harapan bisa menjadi sarana edukasi bagi anak-anak," ujar Seno.

Dua Gunungan Ludes Diperebutkan Warga
Daya tarik utama dalam pawai budaya ini adalah keberadaan dua buah gunungan hasil kreasi swadaya masyarakat. Panitia menyiapkan satu gunungan berisi aneka hasil bumi dan sayuran untuk kaum ibu, serta satu gunungan berisi jajanan anak.
Usai pembacaan doa bersama, suasana berubah penuh keakraban saat ribuan warga antusias merebut isi kedua gunungan tersebut hingga ludes dalam hitungan menit.
“Melihat antusiasme warga yang begitu tinggi, kami berencana menambah jumlah gunungan pada penyelenggaraan tahun depan,” tambah Seno.
- Menteri PPPA : Permainan Berbasis Kearifan Lokal Efektif Membentuk Karakter Anak
- SOLOPEDULI Gandeng Korem 074/Wrt dan Perdami Baksos Operasi Katarak di RST
Sarana Edukasi Budaya Nusantara
Selain kental dengan nuansa pewayangan, para peserta pawai juga memamerkan beragam pakaian adat nusantara serta busana aneka profesi seperti TNI, Polri, hingga dokter.
Salah seorang warga peserta pawai, Yaya, mengaku terkesan dengan terobosan panitia yang mengemas peringatan kemerdekaan dengan unsur edukasi tradisi.
"Ini bukan sekadar pawai pesta kemerdekaan biasa, tetapi juga media edukasi yang mengajak anak muda mencintai budayanya. Lewat aksi ini, anak-anak jadi tahu siapa itu tokoh Punokawan dan Pandawa," tutur Yaya.
