Menteri PPPA : Permainan Berbasis Kearifan Lokal Efektif Membentuk Karakter Anak
KLATEN (Soloaja.co) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, meresmikan Kampung Dolanan Sidowayah sebagai Ruang Bersama Indonesia dan Kampung Pancasila di Desa Sidowayah, Kabupaten Klaten, Sabtu (22/8/2026).
Peresmian ini menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Menteri PPPA yang akrab disapa Arifah Fauzi mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, BPIP, hingga masyarakat.
- SOLOPEDULI Gandeng Korem 074/Wrt dan Perdami Baksos Operasi Katarak di RST
- UNS - Menteri PPPA RI Meluncurkan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI
“Desa Sidowayah memiliki keunggulan karena berhasil mempertahankan tradisi dan mengembangkan budaya lokal di tengah arus modernisasi.” Ungkap Arifah Fauzi.
Arifah Fauzi menyoroti tantangan era digital, khususnya ketergantungan anak terhadap gawai. Ia menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai harus diimbangi dengan penyediaan alternatif aktivitas yang menarik, salah satunya melalui permainan tradisional.
Permainan berbasis kearifan lokal dinilai efektif membentuk karakter anak, mengajarkan sikap jujur, kerja sama, kejujuran, serta kemauan menerima kemenangan maupun kekalahan.
- PMI Surakarta Kirim Tim Tanggap Darurat Bencana Kesehatan ke NTT
- Branding UMKM Himada Bakery Lewat Banner Promosi
Selain itu, permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok tanpa membeda-bedakan latar belakang dianggap selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Cara ini dipercaya ampuh mengikis ketergantungan pada gawai sekaligus menguatkan interaksi sosial dan komunikasi antar-anak.
Menteri PPPA juga menekankan pentingnya pelibatan anak dalam proses pembangunan melalui Forum Anak di tingkat desa dan kecamatan. Menurutnya, anak-anak harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang diberi ruang untuk menyuarakan pendapat terkait kebijakan yang berdampak pada mereka.
Di sisi lain, ia mengingatkan para orang tua agar tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memperkuat benteng karakter dari dalam diri anak melalui nilai agama, budi pekerti, dan akhlakul karimah. Langkah ini dinilai penting sebagai penyeimbang perkembangan teknologi digital saat ini.
- KKN Unisri Edukasi Keuangan Anak lewat Buku Kas Mini
- Talenta, Inovasi, dan Entrepreneurship di Kampus BIM University
Kampung dolanan Sidowayah Klaten ini bagian dari implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi dan Penelitian (KSP) “Principium” Fakultas Hukum (FH) UNS.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin; Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom. beserta jajaran; Direktur Jaringan dan Pembudayaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, M.T., Ph.D.; serta sejumlah tamu undangan lainnya.
