Kreatif HUT Ke 81 RI, Gang Triyagan Disulap Jadi Batik Raksasa
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Suasana kemerdekaan terasa begitu vibrant di Perumahan UNS IV, RW 08 Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban. Menyambut HUT ke-81 RI, jalanan lingkungan yang biasanya polos kini disulap menjadi "kanvas raksasa" bercorak batik warna-warni hasil kreasi tangan warga setempat.
Tradisi mempercantik gang ini sebenarnya sudah bertahan selama 3–4 tahun terakhir. Namun, euforia tahun ini terasa jauh lebih semarak lantaran partisipasi masyarakat yang kian meluas.
- Optimalisasi Google Maps Bantu UMKM Desa Juwok Go Digital
- Pelatihan Branding dan Packaging Produk Kreatif di SD Negeri Juwok 1 Sragen
"Ini ide dan kreativitas warga yang ingin memberikan nuansa meriah menyambut HUT RI," ungkap Ketua RW 08 Triyagan, Prof. Agus Supriyanto, Jumat (14/8/2026).
Swadaya dan Gotong Royong Malam Hari
Motif yang diusung warga didominasi oleh corak batik kembang yang ditata rapi menyusuri jalanan kompleks. Pengerjaannya dilakukan secara penuh dengan semangat swadaya. Tak tanggung-tanggung, sekitar 80% warga dari 5 RT di lingkungan RW 08 turun tangan melukis.
Demi menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas harian, proses pengerjaan digarap pada malam hari.
Lokasi: Perumahan UNS IV, RW 08 Desa Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo. Waktu Pengerjaan: Malam hari (agar tak mengganggu aktivitas). Partisipasi: Sekitar 80% warga dari 5 RT. Motif Utama: Batik kembang/bunga.
- Peringati Maulid Nabi Masjid An Nuur, Terapkan Akhlak Mulia dan Syukur
- Gamelan PMS Bangkit Lagi, Akulturasi Jawa-Tionghoa di Puncak HUT ke-94
Guna memantik semangat, pihak pengurus RW juga menggelar lomba keindahan antar-RT dengan hadiah alat-alat kebersihan. "Warga senang menuangkan kreativitasnya, ditambah ada apresiasi tentu jadi makin berkesan," tambah Prof. Agus.
Merawat Tradisi Guyub Rukun
Bagi masyarakat Triyagan, coretan cat di atas aspal ini bukan sekadar pamer keindahan visual semata, melainkan medium untuk merawat nilai-nilai kebersamaan.
"Harapannya warga bisa terus tumbuh kreativitasnya, tetap guyub, rukun, dan saling gotong royong. Ini cara kami memberikan warna yang berbeda dalam menyambut hari kemerdekaan," pungkas Prof. Agus.
