Kolaborasi Aktif, 29 Program Prioritas Jateng Dikawal Kampus
SEMARANG (Soloaja.co) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen telah membuka babak baru pembangunan daerah sepanjang tahun 2025.
Pembangunan kini tidak lagi didominasi birokrasi, melainkan diperkuat dengan kolaborasi intensif bersama 44 perguruan tinggi negeri dan swasta yang tergabung dalam Forum Rektor.
Kolaborasi ini memastikan bahwa program-program strategis daerah, mulai dari desa pesisir hingga wilayah rawan bencana, didasarkan pada kajian ilmiah dan tenaga ahli dari kampus.
Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Pemprov Jateng, Yasip Khasani, menjelaskan bahwa sinergi ini bergerak cepat setelah penandatanganan nota kesepahaman pada 14 Maret 2025.
- Aplikasi JNN, Responsif dan Inklusif Program Andalan Jateng
- Grogol Fun Run Meriah, Wabup Eko Sapto Dukung Sportourism
“Setiap kampus diberi program berbeda sesuai karakter dan keunggulannya,” ujar Yasip Khasani, Minggu (28/12/2025). Ia menambahkan, beban pemerintah menjadi lebih ringan dan kebijakan menjadi lebih tepat sasaran karena diuji bersama secara akademik.
29 Program Prioritas Dikawal Kampus
Sepanjang 2025, kolaborasi ini telah menghasilkan keterlibatan aktif kampus dalam 29 program prioritas Gubernur.
* Pengawasan RTLH: Dinas Perumahan menggandeng 15 universitas melalui KKN Tematik. Mahasiswa turun langsung memverifikasi kondisi rumah warga miskin, memastikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tepat sasaran.
* Kesehatan dan Stunting: Perguruan tinggi membantu Dinas Kesehatan menyosialisasikan program Speling dan sensus kesehatan.
* Mitigasi Bencana: BPBD bekerja sama dengan 24 perguruan tinggi untuk menggabungkan peta risiko, kajian ilmiah, dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Beberapa program unggulan yang lahir dari skema ini termasuk pengembangan program desalinasi air payau oleh Universitas Diponegoro (Undip) untuk masyarakat pesisir, serta penanganan stunting yang dipetakan sesuai wilayah dan kompetensi kampus (misalnya Unsoed di Banyumas dan UNS di Solo Raya).
- Pertumbuhan Ekonomi Jateng Triwulan III Capai 5,37 Persen
- Wagub Taj Yasin Apresiasi Sindhu Laras Bocah Semarang
Apresiasi Mendagri dan Target Masa Depan
Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Dr Wahid Abdulrahman, menyebut langkah ini sebagai sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan, yang menciptakan hubungan saling menguntungkan (mutual benefit).
"Pemerintah Provinsi Jateng mendapat dukungan tenaga ahli dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Selain itu, masalah bisa dipetakan berdasarkan wilayah dan kompetensi kampus. Ini solusi yang efisien di tengah keterbatasan anggaran," kata Wahid.
Gus Yasin menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar formalitas MoU. "Yang dibangun adalah kerja tematik untuk mengawal pembangunan desa, pertanian, UMKM, kesehatan, hingga air bersih. Tahun berikutnya, semua perguruan tinggi di Jawa Tengah akan kita libatkan," ujarnya.
Langkah ini bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Menurutnya, kolaborasi ini adalah good idea dan good move untuk memastikan kebijakan publik tidak lahir dari intuisi semata, melainkan berdasarkan studi ilmiah yang kuat.
Di Jawa Tengah, pembangunan kini bergerak dari ruang rapat menuju ruang kelas dan desa-desa, memastikan setiap kebijakan memiliki pijakan ilmiah yang kuat dan membumi.
