Karaton Surakarta Matangkan Kirab 1 Suro, 5 Kebo Bule Dimandikan dan Gladi

Kusumawati - Senin, 15 Juni 2026 11:25 WIB
Kebo Bule tengah dimandikan persiapan kirab 1 Suro Karaton Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Karaton Surakarta Hadiningrat terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang akan digelar pada Selasa Wage (16/6/2026) tepat pukul 00.00 WIB. Tradisi sakral penanda pergantian Tahun Baru Jawa 1960 tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai pakem yang diwariskan secara turun-temurun.

Wakil Pengageng Karti Puro Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Djoyo Adilogo, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan, termasuk gladi bersih yang digelar selama dua hari, berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Persiapannya seperti biasa, semua berjalan sesuai prosedur. Kami juga sudah melaksanakan gladi bersih selama dua hari sebelum pelaksanaan kirab," ujar Djoyo saat ditemui di kandang Kebo Bule Kiai Slamet, kawasan Alun-Alun Selatan, Minggu (14/6/2026) sore.

Pengamanan Ketat Tim Semut Ireng

Untuk mengantisipasi lautan manusia yang kerap memadati kawasan Baluwarti, pihak karaton telah menyiapkan skema pengamanan terpadu. Sekitar 30 personel dari Tim Semut Ireng bersama para abdi dalem akan diterjunkan langsung di lapangan.

Tugas utama tim ini meliputi membuka jalur utama bagi rombongan pusaka, mengawal perjalanan Kebo Bule Kiai Slamet di barisan terdepan atau cucuk lampah, serta menjaga ketertiban di setiap persimpangan rute kirab guna mempertahankan kekhidmatan prosesi tapa bisu.

Berjalan Atas Dawuh Sinuhun PB XIV

Djoyo Adilogo, yang telah terlibat dalam kepanitiaan sejak 2004, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kirab tahun ini berjalan di bawah kepemimpinan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono (PB) XIV. Beliau sebelumnya dikenal sebagai BRM Mangkubumi atau KGPH Hangabehi dan telah dinobatkan pada 13 November 2025 lalu.

Secara struktural, operasional kirab bergerak atas dawuh atau perintah Sinuhun PB XIV yang diteruskan melalui Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat, G.K.R. Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng. Selanjutnya, instruksi tersebut dikoordinasikan kepada Karti Puro sebagai pelaksana teknis di lapangan yang bertanggung jawab terhadap pusaka dan jalannya kirab.

Perawatan Khusus Lima Keturunan Kiai Slamet

Menepis isu liar yang beredar di masyarakat terkait perawatan satwa sakral karaton, Djoyo meluruskan bahwa pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan pakan serta kesehatan Kebo Bule sepenuhnya di bawah tanggung jawab Gusti Moeng melalui Karti Puro. Seluruh kebutuhan satwa dipenuhi secara rutin dan berkelanjutan setiap bulannya.

Saat ini, pihak karaton menyiagakan lima ekor kerbau keturunan Kiai Slamet yang terdiri atas dua ekor jantan dan tiga ekor betina. Kerbau-kerbau yang kini menempati kandang Alun-Alun Selatan tersebut sebelumnya dipelihara di kawasan Kampung Gurawan.

Srati atau perawat Kebo Bule, Heri, menambahkan bahwa kelima kerbau tersebut kini dalam kondisi prima. Menjelang hari pelaksanaan, seluruh kerbau menjalani perawatan khusus termasuk dimandikan agar bersih dan siap memimpin prosesi ritual tengah malam yang diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS