Hari Jadi ke-179 Boyolali, Ada Merbabu Art Festival Hingga 500 Porsi Soto Gratis

Kusumawati - Kamis, 04 Juni 2026 19:37 WIB
Talkshow 179 tahun Boyolali (Soloaja)

BOYOLALI (Soloaja.co) – Pemerintah Kabupaten Boyolali bersiap menggelar rangkaian perayaan megah untuk memperingati Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali tahun 2026.

Mengusung tema "Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi", momentum tahunan ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan panggung besar untuk memperkuat identitas daerah serta mendongkrak potensi lokal.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali, Syawalludin, mengungkapkan bahwa tema tahun ini membawa filosofi mendalam bagi arah pembangunan ke depan.

"Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," jelas Syawalludin saat berbicara dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.

Ia menambahkan, esensi Merawat Tradisi adalah menjaga nilai gotong royong dan kerukunan warga. Sementara Memoles Potensi menjadi pemantik untuk mengoptimalkan sektor unggulan daerah, mulai dari pertanian, peternakan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga pariwisata agar siap bersaing di masa depan.

Hijaukan Daerah: Karangan Bunga Diganti Bibit Pohon

Ada yang unik sekaligus progresif dalam perayaan kali ini. Pemkab Boyolali kembali melanjutkan gerakan ramah lingkungan dengan mengimbau seluruh instansi pemerintah, swasta, dan lembaga untuk tidak mengirimkan karangan bunga ucapan selamat. Sebagai gantinya, mereka diminta mengirimkan bibit pohon.

Bibit-bibit yang terkumpul nantinya akan langsung dialokasikan untuk aksi penghijauan di area kritis, seperti bantaran sungai, sekitar jembatan, dan ruang terbuka hijau yang membutuhkan.

"Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup," tegas Syawalludin.

Rangkaian Acara: Dari Kirab Obor hingga Carnival

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Boyolali, Budi Prasetyaningsih, memaparkan bahwa kemeriahan pesta rakyat ini sudah bergulir sejak Kamis (4/6) melalui tradisi khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati.

Suasana syahdu dan sakral berlanjut pada malam harinya lewat agenda Kirab Obor dan Niti Tilas menuju Kali Gede yang diikuti oleh 22 camat se-Kabupaten Boyolali sebagai simbol persatuan.
Agenda berlanjut hari ini, Jumat (5/6), dengan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran sekaligus pembukaan Merbabu Art Festival (Merbabu Art Fest) 2026.

Namun, magnet utama bagi wisatawan diprediksi akan pecah pada Sabtu, 13 Juni 2026 mendatang lewat gelaran megah Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival.

Festival Soto Nusantara: 500 Porsi Gratis!

Bagi para pencinta kuliner, agenda Festival Soto Nusantara yang berlokasi di kawasan Patung Susu Murni dipastikan menjadi daya tarik yang tak boleh dilewatkan. Festival ini akan mempertemukan kelezatan Soto Boyolali dengan varian populer lain seperti Soto Sokaraja dan Soto Lamongan. Kabar baiknya, pihak panitia menyediakan 500 porsi soto gratis untuk warga yang hadir.

Tak hanya itu, hingga akhir bulan nanti, masyarakat akan dimanjakan dengan berbagai acara multisektoral. Mulai dari donor darah, bakti sosial, pembagian sembako, panen raya, hingga puncaknya acara pengajian akbar pada 26 Juni 2026.

Merbabu Art Fest Ke-6 Usung "Titi Jagat"

Salah satu pilar budaya dalam perayaan ini adalah Merbabu Art Fest yang kini memasuki tahun keenam. Sang penggagas, Harmoko, menjelaskan bahwa tahun ini festival mengangkat tema "Titi Jagat".

"Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak untuk menyelaraskan diri, tetap rendah hati, dan menghargai warisan para pendahulu," tutur Harmoko. Kian istimewa, pertunjukan seni ini melibatkan langsung para pelajar SMP dan SMA lokal yang telah digembleng dalam latihan intensif selama tiga bulan.

Pembina Merbabu Art Fest, Wawan, mengamini hal tersebut. Menurutnya, seni harus menjadi instrumen pembentuk karakter. "Dari keberagaman yang ada, kita harus memiliki satu visi yang sama, yaitu kecintaan terhadap negeri dan daerah yang kita cintai ini," cetusnya.

Momentum Kolaborasi Total

Menanggapi kemeriahan ini, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, mengingatkan agar momentum usia ke-179 ini dijadikan titik balik untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"Potensi Boyolali sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun manusianya. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera," pungkas Nur Arifin.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS