Bersih Sungai Jenes, Wali Kota Solo Soroti Limbah Rumah Tangga

Kusumawati - Selasa, 28 Juli 2026 10:21 WIB
Aksi bersih sungai Jenes bersama Walikota Solo, Pandawara, BI Solo dan relawan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung membersihkan aliran Sungai Jenes bersama Pandawara Group dan Bank Indonesia pada Selasa (28/7) pagi. Aksi peduli lingkungan ini juga melibatkan BPBD Kota Surakarta, komunitas pecinta sungai, serta mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam aksi tersebut, Respati menyayangkan tingginya volume limbah rumah tangga yang mencemari sungai. Ia menemukan banyak tumpukan sampah yang berpotensi menyumbat aliran air dan memicu banjir.

"Tumpukan pampers, dan masih menemukan sisa-sisa jeroan kurban tadi. Ini gawat karena seperti disengaja semua," ujar Respati di lokasi.

Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih nekat membuang sampah sembarangan. Menurutnya, perilaku ini tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkot Surakarta berencana memperketat pengawasan dan menyiapkan sanksi tegas bagi warga yang tertangkap tangan mengotori sungai.

Selain penindakan, edukasi sejak dini juga mulai digalakkan. Respati menginstruksikan seluruh sekolah di Surakarta untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya merusak alam.

"Ini penting sekali agar mereka tahu bahaya dan dampak ketika membuang sampah di sungai. Karena terbukti kemarin banjir itu karena alam dan semesta yang marah akibat perbuatan manusia itu sendiri," tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pandawara Group dan Bank Indonesia. Sebagian hasil dari ajang Adipati Run dipastikan akan dialokasikan untuk membangun penahan sampah (trash barrier) di Sungai Jenes.

Sementara itu, perwakilan Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian, mengimbau masyarakat untuk tidak saling menyalahkan terkait masalah sampah. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama.

"Sampah yang ada di sungai bukan menjadi tuduhan, saling menyalahkan antara masyarakat menyalahkan pemerintah atau sebaliknya. Ini harus kita bangun bersama karena sampah tanggung jawab semuanya," pungkas Ikhsan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS