Tim Para Atletik Indonesia Segel Runner Up di Meksiko

Kusumawati - Selasa, 28 Juli 2026 06:54 WIB
Tim Para Atletik NPCI di World Para Athletics Grand Prix 2026 (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Prestasi gemilang diraih tim para atletik Indonesia dalam ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko, pada 21–24 Juli 2026. Meraih total 16 medali—terdiri dari 15 medali emas dan satu medali perak—kontingen Indonesia sukses mengunci posisi runner-up di klasemen akhir medali.

Indonesia hanya berada di bawah tuan rumah Meksiko yang menerjunkan ratusan atlet dengan raihan 99 emas, 101 perak, dan 81 perunggu.
Dalam kejuaraan kalender World Para Athletics level dua yang diikuti 26 negara ini, Nanda Mei Sholihah (klasifikasi T47) tampil memukau dengan menyapu tiga medali emas—dua dari nomor individu dan satu dari nomor relay.

Penampilan impresif juga ditunjukkan Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim yang masing-masing mengamankan dua medali emas individu.

Deretan medali emas lainnya disumbangkan oleh Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Suparni Yati. Sementara itu, satu-satunya medali perak Indonesia diraih oleh Jaenal Aripin.

Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengapresiasi tinggi hasil dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang tersebut.

"Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," kata Setyo Budi, Senin (27/7/2026).

Setyo Budi menambahkan, ajang ini memiliki arti ganda. Selain mengumpulkan poin penting untuk kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028, kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan ideal menjelang Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

"Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti," tuturnya.

Pecah Rekor Dunia dan Bekal Makanan

Sensasi luar biasa dihadirkan oleh I Kadek Dwi Purwana Yasa. Tampil di nomor lempar cakram klasifikasi F57, Kadek secara tak terduga berhasil memecahkan rekor dunia dengan lemparan sejauh 48,68 meter. Catatan ini melampaui rekor sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos (48,55 meter).

"Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha lempar sebisanya, tetapi ternyata malah pecah rekor di sini. Tentunya saya senang dan masih engga expect," ujar Kadek.

Di balik torehan emas dan rekor tersebut, Kadek mengakui ada dua kendala utama, yakni durasi perjalanan yang sangat lama serta ketidakcocokan makanan lokal dengan lidahnya.

"Kendala pertama solusinya istirahat yang banyak. Untuk yang kedua, kita membawa bekal makanan dari Indonesia. Jadi, dua kendala itu bisa kita atasi," terangnya.

Modal Percaya Diri Menuju Nagoya

Keberhasilan serupa diukir Nanda Mei Sholihah yang memecahkan rekor Asia pada nomor 100 meter klasifikasi T45/46/47 sekaligus mempertajam rekor pribadinya di nomor 200 meter. Nanda menyebut persiapan matang di pelatnas sangat membantu mengendalikan mental bertanding.

"Sebenarnya lawan terberat justru diri sendiri karena melawan rasa takut. Tetapi dengan persiapan yang cukup matang, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan," jelas Nanda.
Hasil manis di Meksiko ini membakar semangat Nanda untuk menatap persaingan di Asian Para Games 2026 mendatang.

"Target selanjutnya di Asian Para Games 2026. Saya mengikuti tiga nomor: 100 meter, 200 meter, dan relay. Harapan saya bisa mencapai target pribadi, bahkan mimpinya bisa memecahkan rekor-rekor yang sudah ada," tegasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS