Baliho PB XIV Hangabehi Meluas di 20 Daerah Jateng-Jatim, Jadi Ajang Swafoto

Kusumawati - Kamis, 11 Juni 2026 12:21 WIB
Poster PB XIV jadi ajang foto masyarakat (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Gelombang dukungan masyarakat terhadap Sinuhun Pakubuwono (PB) XIV Karaton Surakarta Hadiningrat terus mengalir di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemasangan baliho bergambar Raja Surakarta tersebut dilaporkan semakin meluas sebagai bentuk penghormatan dan komitmen menjaga keberlangsungan adat serta tradisi keraton.

Berdasarkan pendataan dari jaringan kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), hingga pegiat budaya, baliho PB XIV kini telah terpasang di sedikitnya 20 kabupaten dan kota.

Wilayah tersebut meliputi Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Sragen, Grobogan, Demak, Semarang, Magelang, Jepara, Tegal, Ngawi, Kota Madiun, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Trenggalek, Magetan, dan Tulungagung.

Pegiat Budaya Surakarta, R. Surojo, menilai fenomena ini menjadi bukti nyata masih kuatnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya yang bersumber dari Karaton Surakarta.

"Ini murni bentuk kepedulian masyarakat. Mereka yang memasang baliho terdiri dari kerabat, abdi dalem, PAKASA, serta pelaku budaya yang selama ini memiliki kedekatan dengan tradisi keraton," tuturnya, Kamis (11/6).

Ratusan Titik di Kudus dan Klaten

Dukungan masif salah satunya terlihat di Kabupaten Kudus. Pangarsa PAKASA Kudus, Kanjeng Raden Riya Arya Panembahan Alap-alap Gilingwesi Singonegoro, menyebut ada sekitar 140 titik baliho yang terpasang di wilayahnya sebagai wujud semangat *mangayubagyo* atas hadirnya penerus tahta Raja Surakarta.

Ia menegaskan aksi tersebut sama sekali tidak memiliki muatan politik praktis. Pemasangan ini murni dilandasi semangat untuk *menguri-uri* dan mengembangkan kebudayaan Jawa di tengah masyarakat modern.

"Pemasangan baliho Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana XIV Hangabehi di Kabupaten Kudus tidak memiliki tujuan politis maupun kepentingan lainnya. Ini wujud pakurmatan dan pangabekti kepada Sampeyandalem sebagai pemangku adat," tegasnya.

Selain Kudus, konsentrasi pemasangan dalam jumlah besar juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, yang hingga saat ini tercatat telah mencapai sedikitnya 87 titik baliho.

Penegasan Hukum Adat dan Suksesi

Di sisi lain, munculnya dukungan luas ini dinilai wajar oleh kalangan internal kerabat keraton. Cucu PB XI sekaligus Ketua Paguyuban Awu Sepuh, BRM Nugroho Iman Santoso, menjelaskan bahwa masyarakat mulai memahami sejarah dan sistem suksesi adat yang berlaku di Karaton Surakarta.

"Dukungan kepada KGPH Hangabehi yang kini menjadi Sinuhun PB XIV sejak 13 November 2025 lalu adalah sesuatu yang wajar. Karena memang nasab Raja Surakarta itu kepada yang sepuh atau anak tertua, dan adatnya memang demikian sejak dahulu. Raja itu menjadi raja karena adat," terang alumnus Fakultas Ilmu Budaya UNS tersebut.

Hal senada sebelumnya diungkapkan oleh Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari. Gusti Moeng menjelaskan bahwa sistem suksesi berlandaskan nasab ini dijaga sangat ketat.

Proses penyiapan PB XIV bahkan sudah dilakukan jauh hari sejak beliau masih bergelar BRM Mangkubumi hingga menjadi KGPH Hangabehi pada masa pemerintahan PB XIII, agar benar-benar memahami tanggung jawab sebagai penerus tahta.

Sebagai informasi, PB XIV ditetapkan sebagai Raja Surakarta melalui Musyawarah Adat dan Keputusan Keluarga Besar Trah Mataram Islam Karaton Surakarta pada 13 November 2025, yang melibatkan keturunan PB II hingga PB XIII.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS