seni
Sabtu, 23 Mei 2026 17:39 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Balekambang Resto menjadi pusat perhatian ratusan praktisi dan pencinta pengobatan alternatif lintas provinsi. Perwakilan dari wilayah Solo Raya, Pekalongan, Pemalang, Ngawi, Magetan, Semarang, hingga Yogyakarta berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Totok Jari Alif (TJA) dan Transedental Hypnosis (TH).
Kegiatan edukatif yang berlangsung hangat dan penuh antusias ini menghadirkan instruktur sekaligus Master Trainer Senior TJA TH, Kapten Arm Sahono. Dalam memberikan materi, ia didampingi oleh dua asisten ahli, Master Anita dan Master Tri.
Sepanjang pelatihan, para peserta digembleng dengan kombinasi pembelajaran teori serta praktik langsung. Mereka mempelajari teknik terapi Totok Jari Alif dan metode Transedental Hypnosis yang dirancang khusus untuk membantu penanganan keluhan medis, non-medis, hingga gangguan psikis.
Solusi Keluhan Fisik dan Gangguan Psikis
Materi yang diajarkan dalam pelatihan ini tergolong komprehensif dan menyasar berbagai problem kesehatan modern. Beberapa di antaranya meliputi:
* Relaksasi Mental: Teknik mengatasi stres harian, ketegangan emosional, dan beban pikiran.
* Penyakit Menahun: Terapi penanganan untuk keluhan kronis seperti saraf kejepit, penyempitan jantung, hingga kondisi kaki yang kaku atau tidak bisa dilipat.
* Keluhan Non-Medis: Metode pembersihan energi dan penyelarasan tubuh akibat paparan aura negatif.
Seluruh peserta dibimbing secara intensif agar mampu menguasai metode terapi yang tidak hanya aman dan humanis, melainkan juga praktis untuk diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik Langsung Berdampak Instan
Suasana di dalam ruangan Balekambang Resto terasa sangat interaktif. Konsep pelatihan yang menitikberatkan pada aksi nyata membuat para peserta langsung melakukan praktik terapi berpasangan antarpeserta dengan pengawasan ketat dari tim instruktur.
Efek instan dari terapi alternatif ini pun langsung terasa. Banyak peserta yang mengaku merasakan perubahan signifikan pada tubuh mereka sesaat setelah sesi praktik usai. Keluhan fisik seperti pegal-pegal, nyeri tubuh kronis, kelelahan akut, hingga ketegangan pikiran yang mereka bawa sebelum acara terbukti mulai berkurang secara bertahap.
Lahirkan Praktis Kesehatan Holistik
Dalam pemaparannya, Kapten Arm Sahono menegaskan bahwa program pelatihan ini mengemban misi sosial yang besar. Target utamanya adalah membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat melalui pendekatan terapi yang mengedepankan sentuhan kemanusiaan, ketenangan pikiran, serta kesehatan holistik.
“Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan praktisi-praktisi baru yang siap diterjunkan ke masyarakat. Mereka dipersiapkan untuk membantu pendampingan kesehatan fisik maupun psikis warga, dengan tetap memegang teguh etika dan rasa tanggung jawab,” tutur Sahono.
Dengan sebaran peserta yang mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga DI Yogyakarta, program ini dinilai menjadi stimulan positif dalam memperluas edukasi terapi alternatif sekaligus memperkuat gerakan pemberdayaan kesehatan masyarakat secara mandiri di tingkat regional.
Bagikan