Diskon
Senin, 02 Februari 2026 23:03 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Kegiatan Youth Inspiration Summit (YIS) 2026 ajang lomba mapel dan seni yang digelar 31 Januari – 1 Februari 2026 di Kota Solo, menyisakan kegaduhan, khususnya di jagat media sosial.
Sejumlah nama menyerang akun resmi Youth Inspiration Summit, melayangkan protes dan kekecewaan atas kinerja Panitia.
Untuk meredakan suasana, Panitia Youth Inspiration Summit resmi mengeluarkan klarifikasi atas isu negatif yang beredar di media sosial.
Panitia membantah tudingan ketidakprofesionalan dan manipulasi opini publik, serta menegaskan bahwa seluruh dinamika acara telah dikomunikasikan melalui kanal resmi.
Sasa, Penanggungjawab acara menjelaskan Terkait perubahan jadwal (rundown), ia menjelaskan hal itu terjadi karena adanya lonjakan jumlah peserta yang signifikan sehingga dilakukan penyesuaian waktu.
“Namun keterlambatan di lapangan hanya berkisar 30 menit dan telah diinformasikan melalui grup WhatsApp serta Technical Meeting.” Kata Sasa dalam klarifikasi depan awak media, di Hotel Brothers Sukoharjo, Senin (02/02)
Persoalan Sertifikat dan Hotline
Mengenai masalah sertifikat, panitia mengakui adanya kendala teknis pada penulisan tahun dan data peserta. Sebagai solusi, panitia telah menerbitkan sertifikat digital serta mengirimkan sertifikat fisik dengan data yang benar langsung ke alamat masing-masing peserta.
Adapun keluhan mengenai hotline yang sulit dihubungi, hal tersebut disebabkan oleh jam operasional dan tumpukan pesan yang sangat banyak saat acara berlangsung. Panitia memohon maaf dan berkomitmen melakukan digitalisasi sistem registrasi di masa mendatang agar lebih efisien.
Konsep Summit dan Kehadiran Tokoh Publik
Panitia menegaskan bahwa YIS 2026 bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan sebuah forum diskusi (summit) yang mengacu pada target SDGs (Sustainable Development Goals).
"YIS adalah Multi Program dalam satu forum, meliputi talkshow, diskusi panel, hingga networking. Jadi, fokusnya bukan hanya lomba lalu pulang, melainkan pembangunan ekosistem pemuda," Imbuh Francis, panitia.
Terkait kehadiran tokoh publik, termasuk Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani, Francis menekankan bahwa kehadiran beliau bersifat simbolik dan inspiratif untuk memberikan dukungan moral. Panitia menegaskan bahwa tanggung jawab penuh penyelenggaraan ada di tangan panitia YIS, bukan pada pejabat publik atau tokoh yang hadir.
Peringatan Hukum atas Fitnah
Menutup klarifikasinya, panitia YIS 2026 menyatakan terbuka terhadap kritik konstruktif untuk perbaikan sistem di masa depan. Namun, panitia juga memberikan peringatan tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, atau pencemaran nama baik.
"Segala bentuk provokasi dan upaya mengganggu jalannya acara akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas panitia.
Panitia secara tulus memohon maaf kepada para tokoh yang diundang, orang tua, serta seluruh peserta atas kekurangan teknis yang terjadi, dan berjanji akan melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.
Bagikan