Kota solo
Rabu, 05 Agustus 2026 10:19 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "From River to Recognition: A Surakarta Dialogue on Waste Governance and Informal Sector Inclusion" di Balai Tawangarum, Balai Kota Surakarta, Selasa (4/8/2026).
Forum strategis yang digelar bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia ini menjadi ajang kolaborasi lintas negara dan lintas sektor guna memperkuat tata kelola persampahan sekaligus mendorong pengakuan terhadap pekerja sektor persampahan informal.
Kegiatan tingkat internasional tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Uni Emirat Arab, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, UNDP Indonesia, Clean Rivers, Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, jajaran Forkopimda Surakarta, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga pelaku dunia usaha.
Dalam sambutannya, Wali Kota Respati menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Surakarta sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution (#SungaiLestari). Menurutnya, program ini semakin memperkuat komitmen Pemkot Surakarta dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Respati menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di Surakarta tidak terlepas dari peran vital pekerja sektor informal, seperti pemulung, pengepul, petugas pembersih sungai, pengelola bank sampah, hingga pelaku daur ulang.
Sebagai bagian penting dari ekosistem kebersihan kota, para pekerja ini dinilai layak mendapatkan pengakuan, perlindungan, dan kesejahteraan yang lebih baik.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Alat Pelindung Diri (APD) serta kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor persampahan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan sosial dan meningkatkan keselamatan kerja para pelaku di lapangan. Melalui forum diskusi ini, lahir rekomendasi yang implementatif untuk memperkuat sinergi jangka panjang menuju Kota Surakarta yang bersih, sehat, dan inklusif.
Bagikan