Transformasi BPD Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah

Jumat, 17 April 2026 21:46 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001579519.jpg
Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Bank Pembangunan Daerah (BPD) kini didorong untuk melakukan transformasi peran secara fundamental. Tidak lagi sekadar menjadi pengelola dana pemerintah daerah, BPD diharapkan mampu menjadi orkestrator aliran dana sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan yang produktif dan terukur.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia yang digelar di Solo, Jumat (17/04). AAcara ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Dalam sambutannya, Agus menjelaskan bahwa perubahan lanskap ekonomi dan keterbatasan ruang fiskal menuntut BPD untuk mengambil peran yang lebih strategis. Menurutnya, BPD memiliki keunggulan struktural seperti kedekatan dengan pemerintah daerah dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik ekonomi lokal.

Agus menekankan bahwa inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu instrumen yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah untuk penguatan layanan publik, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan UMKM.

“Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan efek pengganda bagi perekonomian, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek,” ujar Agus.

Terkait upaya mendorong BPD naik kelas, Agus memaparkan tiga pilar utama transformasi, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang berdampak, serta pendalaman peran dalam ekosistem ekonomi daerah. Keberhasilan BPD nantinya tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi dari kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pidatonya menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ia menyebut bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja tim yang solid untuk menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan fiskal.

“Membangun daerah tidak bisa sendiri. Kita bukan superman, tapi super tim. Semua harus berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Ahmad Luthfi.

Ia juga berharap BPD dapat hadir sebagai solusi dalam mendukung investasi, menjaga stabilitas ekonomi, dan memperkuat sektor riil. Seminar ini menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi BPD menjadi institusi keuangan yang lebih modern, adaptif, dan memberikan dampak inklusif bagi masyarakat luas.