Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Maksimal Rp4 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 08:36 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002256821.jpg
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno (Dok PT Telkom Indonesia)

JAKARTA (Soloaja.co) — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan langkah untuk mempercepat paksanaan program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal perseroan guna mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Program buyback tersebut sebelumnya telah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026, dengan periode paksanaan selama 12 bulan yang berlangsung hingga 8 Juni 2027. Per 19 Oktober 2026, sisa alokasi dana buyback yang dapat dimanfaatkan masih berada di atas Rp3 triliun.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menegaskan bahwa evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan disiplin alokasi modal, berlandaskan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan potensi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

"Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan," ujar Nanang.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Angelo menambahkan bahwa pendanaan program buyback berasal dari kas internal perseroan. Paksanaannya tetap memperhatikan kebutuhan likuiditas serta prioritas alokasi modal demi menjaga fleksibilitas dan kesehatan keuangan perusahaan.

"Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan," ungkap Angelo.

Seiring transisi Telkom menuju Strategic Holding dengan model Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo), perseroan terus mengakselerasi penataan portofolio dan efisiensi operasional. Langkah-langkah strategis ini diarahkan untuk memperkuat margin EBITDA serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi pemegang saham.