Strategi SD Muhammadiyah 1 Solo Menuju Era AI dan Koding

Sabtu, 11 April 2026 12:03 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001555946.jpg
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, dalam kegiatan Project Management Office (PMO) Sekolah Model Pembelajaran Mendalam-Koding (PM-K) (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mulai menyusun peta jalan strategis untuk mencetak sekolah yang berkeunggulan dan berkemajuan di era digital. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, dalam kegiatan Project Management Office (PMO) Sekolah Model Pembelajaran Mendalam-Koding (PM-K) yang digelar di Aula Sekolah Sehat, Jumat (10/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sayekti memaparkan garis masa pengembangan kompetensi guru dan siswa yang akan berlangsung hingga akhir tahun ajaran. Dimulai pada April 2026 ini, sekolah fokus pada penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) serta penguatan diskusi dalam komunitas belajar bersama fasilitator.

"Memasuki pekan pertama dan kedua Mei 2026, akan dilanjutkan dengan *coaching* serta supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah. Puncaknya pada bulan Juni, kami akan menyelenggarakan workshop intensif mengenai pembelajaran berdiferensiasi di kelas," jelas Sayekti.

Sinergi Ismuba dan Teknologi Masa Depan

Sayekti meyakini bahwa sekolah yang berdiri sejak 1935 ini akan mencapai masa kejayaan dengan cara mengawinkan nilai-nilai tradisional dan teknologi mutakhir. Menurutnya, kekuatan kurikulum Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) harus dipadukan dengan kemampuan analitis dari pembelajaran mendalam, Kecerdasan Buatan (AI), serta koding.

Langkah ini dipandang sebagai solusi komprehensif untuk menjembatani kesenjangan kompetensi di era AI. Pola pengembangan yang diterapkan meliputi:
* Literasi Digital: Mempelajari teori AI dan koding melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
* Implementasi: Mempraktikkannya langsung dalam Lesson Study melalui komunitas belajar (Kombel).
* Penyempurnaan: Melalui proses coaching rutin oleh kepala sekolah.

Tiga Target Utama

Melalui implementasi RTL di komunitas belajar, Sayekti mengusung tiga harapan besar bagi masa depan SD Muhammadiyah 1 Ketelan:
1. Ekosistem Pemberdayaan: Menciptakan lingkungan di mana teknologi tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkuat kapasitas mereka.
2. Rapor Pendidikan: Menjawab tantangan indikator Rapor Pendidikan dengan metode interaktif yang terukur.
3. Rujukan Nasional: Mengokohkan posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan rujukan yang berbudaya mutu di tingkat nasional.

Sebagai langkah taktis, sekolah akan memaksimalkan peran kelompok belajar di setiap rombongan belajar (rombel) untuk merancang modul ajar yang mengintegrasikan koding sederhana. Selain itu, lesson study akan dilakukan secara bergantian agar guru bisa saling mengamati dan berbagi strategi dalam mengakomodasi gaya belajar siswa, baik audio, visual, maupun kinestetik.

"Guru tidak belajar sendiri. Kami akan melakukan refleksi praktik baik secara bersama-sama, terutama dalam memanfaatkan perangkat digital untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam," pungkas Sayekti.