Solo Jadi Pionir Santri Matic Kemenekraf, Respati Siap Dukung

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:12 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Kusumawati

1002298949.jpg
Menteri Teuku Riefky bersama Walikota Surakarta Respati dalam peluncuran Santri Matic program Kemenekraf di Ponpes Al Muayyad Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Kota Solo resmi menjadi pionir peluncuran program Santri Melek Teknologi (Santri Matic) yang digagas oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Peluncuran program pemberdayaan santri tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, di Pondok Pesantren Al Muayyad, Surakarta, pada Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan peluncuran turut dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi, jajaran Kemenekraf, serta perwakilan mitra kolaborasi dari Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky menjelaskan bahwa program Santri Matic hadir untuk mengangkat potensi santri agar lebih mandiri dan memiliki daya saing tinggi. Berdasarkan data Kemenekraf, terdapat lebih dari 42 ribu pesantren di Indonesia dengan jumlah santri mencapai hampir 6,2 juta orang, termasuk 800 SMK berbasis pesantren yang menyimpan potensi besar.

Melalui program ini, para santri mendapat pendampingan langsung dalam pembuatan produk-produk kreatif seperti kriya, kuliner, hingga produk fashion. Hasil karya para santri tersebut nantinya diajarkan untuk dipasarkan melalui platform marketplace Shopee.

"Di sinilah kami berkolaborasi dengan Shopee. Kami melihat ini bisa menjadi jalur distribusi akses pasar dari produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai pesantren di Indonesia. Dengan semangat ini, kami melihat potensi dan kreativitas luar biasa dari pesantren," ujar Teuku Riefky.

Ia berharap program ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para santri dan pengelola pesantren untuk memperluas unit usaha kreatif. Kehadiran Santri Matic diharapkan mampu memperkuat UMKM berbasis pesantren sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para santri di seluruh Indonesia.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Kemenekraf menjadikan Kota Solo sebagai pelopor program tersebut. Respati menegaskan Pemkot Solo siap mendukung penuh keberlanjutan Santri Matic mengingat sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu fondasi utama perekonomian Kota Solo.

"Fundamental bisnis model juga harus diajarkan kepada para santri. Jangan sampai santri hanya menjadi reseller produk-produk ekonomi kreatif. Santri juga harus jadi kreator ekonomi kreatif," tegas Respati.

Respati menambahkan bahwa Pemkot Solo juga sedang menyiapkan program pendampingan bernama Santri Next Level. Program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah para santri agar mampu berdaya saing dan memiliki masa depan yang cerah di era digital.

Sementara itu, Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menyambut positif kolaborasi strategis tersebut. Menurutnya, produk khas pesantren seperti sarung dan kerajinan tangan memiliki daya tarik tinggi serta peluang pasar yang sangat besar jika dipasarkan secara digital.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi program yang berkelanjutan. Kita melihat potensi dari santri, kita kolaborasi melalui program Santri Matic agar produknya bisa dikenal lebih luas," ungkap Balques.