Raih Rekor MURI, 943 Mahasiswa UIN Raden Mas Said Transaksi ETF Emas

Kusumawati - Sabtu, 31 Oktober 2026 08:54 WIB
Raih Rekor MURI, 943 Mahasiswa UIN Raden Mas Said Transaksi ETF Emas (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengukir sejarah baru di tingkat nasional hingga dunia. Berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 dan Madiun Raya, serta Indo Premier Sekuritas (IPOT), kampus ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Rekor tersebut diraih untuk kategori "Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Pertama yang Melakukan Transaksi Pembelian ETF Emas." Sebanyak 943 mahasiswa melakukan transaksi pembelian ETF Emas secara serentak di lingkungan fakultas pada 21 Oktober 2026. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan digital di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Toto Suharto menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar raihan angka belaka.

"Rekor ini bukan sekadar pencapaian institusional, melainkan representasi nyata dari kolaborasi berdampak (impactful collaboration) antara dunia pendidikan, regulator, dan industri pasar modal dalam menghadirkan inovasi edukasi keuangan yang aplikatif," ujar Toto.

Agenda bersejarah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mendukung Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Kepala OJK Solo Muhammad Mufid yang hadir di lokasi turut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas instansi tersebut.

"Literasi yang baik tentu dilanjutkan dengan inklusi yang baik. Dengan transaksi bersama pembelian ETF Emas ini, mahasiswa bisa mengenal bahwa produk pasar modal tidak hanya saham, reksadana, dan obligasi, tetapi ada ETF Emas juga. Ini akan jadi pengalaman baru bagi mahasiswa," jelas Mufid.

ETF Emas sendiri merupakan instrumen reksa dana berbasis emas fisik yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa selayaknya saham. Melalui produk ini, investor mendapat kemudahan berinvestasi emas tanpa kerepotan menyimpan fisik emas secara mandiri.

Sebelum aksi transaksi massal dimulai, 1.000 mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta telah dibekali pemahaman mendalam melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM) dari BEI.

"Literasi dulu, inklusi kemudian. Tanpa literasi, investasi bisa berujung spekulasi. Ini penting agar mahasiswa membeli produk tidak FOMO, tetapi benar-benar paham baik dari sisi risiko maupun potensi keuntungannya," tegas Kepala Kantor BEI Jateng 2 dan Madiun Raya Muhammad Wira Adibrata.

Wira menambahkan, proses verifikasi data oleh tim MURI dilakukan dengan ketat. Dari total peserta, tercatat 943 mahasiswa sukses mengeksekusi transaksi tepat dalam tenggat waktu yang ditentukan.

Kegiatan edukasi ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yakni Candra Halim Ash Shiddiq dari OJK Solo yang memaparkan pentingnya investasi bijak, Grace Putri Sejati dari BEI yang melegitimasi konsep serta mekanisme ETF Emas, serta Wisnu R. Putro selaku Branch Manager IPOT Solo yang memandu teknis transaksi digital via aplikasi IPOT.

Sertifikat penghargaan Rekor MURI diserahkan secara resmi pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dalam puncak acara BIK Solo Raya di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen. Penyerahan disaksikan langsung oleh Bupati Sragen, jajaran OJK, pimpinan UIN Raden Mas Said, perwakilan FKIJK, serta ratusan masyarakat setempat.

Editor: Kusumawati

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌