BPJS kesehatan
Rabu, 28 Januari 2026 08:59 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Pentingnya perlindungan kesehatan bagi pelaku UMKM dirasakan langsung oleh Fajar Setiorini (44), seorang penjual nasi sayur asal Banjarsari, Surakarta. Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ia berhasil menjalani operasi mata pterygium tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.
Fajar yang telah terdaftar sebagai peserta JKN sejak 2012 ini menceritakan awal mula gangguan kesehatannya. Sejak tahun 2000, ia sering merasakan gatal di area mata. Namun, kondisi tersebut memburuk pada tahun 2021 ketika pandangannya mulai kabur dan mengganggu aktivitas berdagangnya.
Operasi Gratis dan Pelayanan Berkualitas
Setelah melalui pemeriksaan di Puskesmas Banyuanyar, Fajar dirujuk ke Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta karena terdiagnosa medis mengalami pterygium—pertumbuhan jaringan ikat pada selaput bening yang dapat mengancam penglihatan.
"Meskipun saya pasien Kelas 3, pelayanan yang saya terima sangat luar biasa. Mulai dari proses operasi, rawat inap, hingga obat-obatan semuanya lancar tanpa kendala. Luar biasa bagus pelayanannya, dan yang terpenting tanpa dipungut biaya sepeser pun," ujar Fajar, Rabu (28/01).
Dukungan APBD Pemkot Surakarta
Fajar dan keluarganya merupakan peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah Bukan Pekerja (PBPU BP) yang iurannya dibiayai oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui APBD. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian pemerintah daerah.
"Terima kasih Pemkot Surakarta yang telah memperhatikan kesehatan masyarakat kecil seperti saya. Semoga Program JKN terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat," tambahnya.
Surakarta Raih UHC Awards 2026
Komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menjamin hak dasar kesehatan warga memang tergolong tinggi. Per Januari 2026, tercatat sebanyak 111.526 jiwa penduduk Surakarta telah dijamin kesehatannya melalui segmen PBPU BP Pemda.
Berkat konsistensi tersebut, di tahun ini Pemkot Surakarta berhasil menyabet penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Madya. Capaian kepesertaan JKN di Kota Solo kini telah menyentuh angka 98,58 persen, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 86,49 persen.
Angka ini membuktikan bahwa kehadiran negara dalam sektor kesehatan di Kota Bengawan semakin nyata, memberikan rasa aman bagi warga seperti Fajar untuk terus produktif tanpa takut dihantui biaya pengobatan yang mahal.
Bagikan