Rektor UMS Ajak Mahasiswa "Berdaya dan Berdampak"

Rabu, 18 Februari 2026 08:39 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001374245.jpg
Rektor UMS Prof Harun membuka kegiatan Gema Ramadhan UMS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memulai rangkaian kegiatan bulan suci dengan menggelar Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447H. Acara yang berlangsung di Masjid Sudalmiyah Rais, Selasa (17/2) malam ini, diawali dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar yang dihadiri ratusan civitas academica.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam kajian perdananya mengusung tema inspiratif "Muda Berdaya dan Berdampak". Melalui konsep One Ramadan, ia mengajak seluruh mahasiswa dan staf untuk fokus meraih derajat ketakwaan yang hakiki.

Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Dalam pesannya, Prof. Harun menekankan pentingnya menjaga tawazun atau keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrawi. Ia mengimbau agar energi negatif dalam pikiran dibersihkan dan diganti dengan sikap husnuzan selama bulan suci ini.

“Fokuskan hati untuk Ramadan. Bukan hanya 50 persen, tetapi 50 persen plus satu kita harus benar-benar fokus agar ibadah kita maksimal,” ujar Harun di hadapan jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa kunci dari diterimanya amal adalah kesucian hati (qalbu). Menurutnya, setiap kebaikan yang dilandasi keikhlasan fisabilillah tidak akan pernah sia-sia dan akan kembali sebagai pahala dari Allah SWT.

Filosofi Keberlanjutan dan Manfaat

Mendefinisikan kata "berdampak", Rektor UMS menjelaskan bahwa sebuah tindakan harus memiliki unsur keberlanjutan. Ia mencontohkan konsistensi dalam menjalankan salat tarawih sebagai bentuk kebaikan yang terus bersambung.

“Berkelanjutan saja tidak cukup, tetapi juga harus ada manfaatnya. Mahasiswa UMS harus mampu menjaga keberlanjutan setiap kebaikan yang dilakukan agar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Program Gema Kampus Ramadan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan keislaman selama sebulan penuh, mulai dari kajian buka puasa, lomba religi, hingga iktikaf bersama. Harapannya, momentum ini dapat mencetak generasi muda Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat.