De' Tjolomadoe
Senin, 24 Agustus 2026 15:56 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

KARANGANYAR (Soloaja.co) — Penyelenggaraan festival musik di daerah kini tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan massa, melainkan telah bertransformasi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, ruang kolaborasi inklusif, serta wadah inkubasi bagi talenta-talenta baru di industri musik Tanah Air.
Fenomena ini tercermin dalam persiapan perhelatan festival musik tahunan PROJEK-D Vol.5 yang dijadwalkan kembali menggetarkan De Tjolomadoe, Karanganyar, pada 5 September 2026 mendatang.
Mengusung tema besar "What’s Next for Music" dalam pembangunan ekosistemnya, festival musik skala regional ini terbukti mampu membuka keran kesempatan bagi musisi daerah untuk menembus industri nasional. Salah satu buktinya terlihat melalui program pencarian talenta CEKSON, wadah kurasi musik orisinal tahunan wilayah Jawa Tengah.
Tahun ini, grup musik bergenre rock and roll asal Surakarta, Mess in Balance, berhasil menyisihkan ratusan kompetitor dari berbagai daerah dan dipastikan mengamankan tempat di panggung utama PROJEK-D Vol.5.
Tidak hanya sebatas memberikan ruang pentas, penyelenggara juga memberikan apresiasi berupa dukungan pembuatan merchandise kolaborasi eksklusif bersama PROJEK-D. Langkah ini diambil sebagai strategi konkret dalam mendukung penguatan identitas merek serta keberlanjutan ekonomi bagi para musisi independen daerah.
Project Manager PROJEK-D Vol.5, Data Pratama, menegaskan bahwa keberlanjutan ekosistem musik tidak bisa berdiri sendiri di atas panggung pertunjukan semata, melainkan memerlukan edukasi dan jejaring yang kuat.
Hal tersebut diwujudkan melalui program pendukung Kelas Musik x Dengar Kota yang memadukan ruang diskusi intensif dengan seri pertunjukan musik di empat kota, yakni Pekalongan, Yogyakarta, Solo, dan Semarang.
"Melalui program-program pendukung menuju PROJEK-D Vol.5 seperti CEKSON dan Kelas Musik x Dengar Kota, kami ingin turut mendukung perkembangan ekosistem musik lokal. Lewat CEKSON kami memberikan kesempatan bagi talenta baru untuk memperluas jangkauan pendengar. Sementara melalui Kelas Musik x Dengar Kota, kami menghadirkan ruang diskusi praktis seputar proses kreatif, pengelolaan album, hingga strategi bertahan di industri bagi musisi lokal," ujar Data.
Kemenangan ini disambut hangat oleh personil Mess in Balance. Kendati terpisah jarak geografis antar personel yang berdomisili di Solo, Salatiga, Lombok, hingga Jakarta, mereka tetap melangsungkan sesi latihan secara virtual guna menyajikan pertunjukan spesial pada perhelatan September mendatang.
Peran vital festival musik regional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan industri kreatif mendapat sorotan positif dari para praktisi serta tokoh musik nasional. Dalam berbagai kesempatan diskusi industri pertunjukan pertunjukan:
Menambah dimensi hiburan di tahun kelimanya, PROJEK-D Vol.5 menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan panggung khusus komedi bertajuk GUYONLAAAH yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo. Panggung ini akan menampilkan enam komika berbakat Tanah Air, termasuk Coki Anwar, untuk memberi warna baru di sela-sela pertunjukan musik.
Lini penampil musik tahun ini dipastikan semakin solid dengan kehadiran 14 penampil di empat panggung berbeda. Sederet nama papan atas seperti .Feast, Hindia, FSTVLST, Nadhif Basalamah, LIPS!!, Det-Plag Lust, Alkateri, 510, Moluccan Soul, Poris, Rumah Sakit, hingga penampilan khusus The Jeblogs (Showcase Set "Sambutlah di PROJEK-D") siap memanjakan pengunjung. Panggung utama juga akan diwarnai aksi panggung Down For Life yang berkolaborasi dengan mystery guest.
Tidak hanya berfokus pada seni pertunjukan, PROJEK-D Vol.5 turut memperkuat fondasi literasi melalui program kompetisi penulisan BATIK (Lomba Karya Jurnalistik) untuk jurnalis aktif serta program Suara Musik untuk jurnalis muda dan pelajar. Langkah ini diharapkan mampu mencetak talenta-talenta penulis dan pengamat musik baru yang kritis dalam mengawal dinamika kebudayaan pop Indonesia.
Penjualan tiket daily pass saat ini telah dibuka melalui portal resmi dyandratiket.com dengan harga pre-sale Rp130.000, serta pembaruan informasi yang dapat diakses melalui akun media sosial resmi festival.
Bagikan