44 Tahun PPMI Assalaam, Beri Penganugerahan Assalaam Award 2026 Untuk 8 Tokoh

Kusumawati - Minggu, 23 Agustus 2026 19:00 WIB
Tokoh penerima Assalam Award 2026 (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Memperingati kiprahnya yang ke-44 tahun di dunia pendidikan Islam, Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta menggelar sarasehan alumni, ceramah umum, dan penganugerahan Assalaam Award 2026 di kompleks pesantren di Sukoharjo, Sabtu (22/8/2026).

Agenda tahunan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pimpinan pesantren, para akademisi, alumni dari berbagai belahan daerah, serta ribuan santri. Rangkaian acara diawali dengan ceramah umum oleh akademisi International Islamic University Malaysia (IIUM), Prof. Madya Dr. Hj. Betania Kartika, BA (Hons), MA, yang merupakan alumni angkatan kedua Assalaam.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan Assalaam Award 2026 kepada delapan alumni berprestasi yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia internasional.

Delapan Penerima Assalaam Award 2026

  1. Ir. Merza Edy Nadzari: Dai dan tokoh keumatan Papua, Ketua BAZNAS Provinsi Papua (2015–2026).
  2. Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag.: Guru Besar UIN Sunan Kalijaga dan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
  3. Eko Teguh Aristianto, S.E.: Direktur Utama PT Suryatama Sejati dan tokoh dunia usaha.
  4. Anindha Maharani Alboneh: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, NTT (2024–2029).
  5. Syukriyatun Ni’amah, S.T. & Tita Shabrina Maulinda, S.E.: Pendiri PT Siklus Karya Global (ROBRIES), pelopor pengolahan limbah plastik menjadi produk interior.
  6. AKP Agus Subroto, S.H.: Tenaga Pendidik Fungsional SPN Polda Jateng dan Dai Kamtibmas.
  7. Dr. Yogi Prana Izza, Lc., M.A.: Wakil Rektor UNUGIRI Bojonegoro dan Pengurus MUI Kabupaten Bojonegoro.
  8. Ustadz Mohammad Fikrie Syahrijal, Lc.: Master Trainer Cinta Quran Learning penggerak program Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an.

Local Value, Global Standard

Direktur PPMI Assalaam, Ustadz Drs. Uripto M. Yunus, M.Ed., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan panjang pesantren hingga mencapai usia 44 tahun.

Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari keikhlasan, kerja keras, dan doa bersama dari para ustaz, santri, serta wali santri.“Alhamdulillah, kami bersyukur atas perjalanan selama ini. Tentu tidak mudah. Ada para asatiz dan asatizah yang siang dan malam berupaya memberikan yang terbaik, santri yang tak lelah belajar, serta doa orang tua yang tak pernah putus,” tutur Uripto.

Penganugerahan ini mempertegas komitmen PPMI Assalaam dalam mengusung nilai “Local Value, Global Standard”. Keberagaman profesi para penerima penghargaan—mulai dari akademisi, wakil rakyat, pengusaha, aparat kepolisian, hingga dai—membuktikan bahwa fondasi keislaman dan kedisiplinan pesantren mampu melahirkan lulusan yang adaptif dan bermanfaat di berbagai lini kehidupan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS