Santri
Kamis, 22 Oktober 2026 10:58 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menyelenggarakan apel peringatan HSN yang dirangkai dengan Salat Istisqa', Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 2.500 santri, guru, dan karyawan ini menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian santri sekaligus memanjatkan doa di tengah persoalan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Apel HSN dilaksanakan sebagai refleksi atas peran strategis santri dalam pembangunan bangsa. Acara kemudian dilanjutkan dengan Sholat Istisqa' yang diikuti seluruh keluarga besar PPMI Assalaam.
Turut hadir dalam sholat berjamaah tersebut Pembina Yayasan Majelis Pendidikan Islam Surakarta (YMPIS) Ibunda Hj. Siti Aminah Abdullah beserta jajaran. Sholat Istisqa' dipimpin oleh Ustaz Abdul Rasid Husaini sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan oleh Ustaz Kadarusman, M.Ag.
Dalam amanatnya, Direktur PPMI Assalaam Drs. Uripto M. Yunus, M.Ed. menegaskan bahwa santri merupakan pilar strategis pembangunan dan benteng karakter bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas. Ia mengingatkan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali memahami filosofi dan tanggung jawab seorang santri.
Menjadi santri, menurut Uripto, tidak cukup hanya ditunjukkan melalui penampilan dan aktivitas keseharian. Santri harus tergambarkan dari dimensi spiritual, intelektual, moral, dan keterampilan. Penguasaan sains, teknologi digital, dan pemahaman ekonomi modern juga menjadi bekal penting agar santri mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri Assalaam untuk terus memperbarui semangat belajar, memperkuat karakter, dan mengembangkan kompetensi. Nilai kepesantrenan tersebut diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Komitmen kepedulian sosial itu telah dibuktikan melalui berbagai aksi nyata. Sebelumnya, para santri menghimpun donasi sebesar Rp25 juta yang sebagian diperuntukkan bagi bantuan penanganan karhutla.
Di sisi lain, Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah (LZIS) Assalaam juga telah membangun sumur bor untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan dan memenuhi kebutuhan air bersih.
Pelaksanaan Sholat Istisqa' pada momen HSN ini menjadi ikhtiar spiritual yang melengkapi aksi nyata kepedulian sosial tersebut. Melalui doa bersama, keluarga besar PPMI Assalaam memohon agar hujan segera turun membawa keberkahan, memudahkan masyarakat yang menghadapi kekeringan, serta melancarkan upaya penanganan karhutla.
Rangkaian kegiatan HSN 2026 ini menegaskan bahwa semangat santri untuk menguatkan negeri tidak berhenti pada penguatan ilmu dan karakter semata, melainkan juga diwujudkan lewat doa, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagikan