idul adha
Kamis, 28 Mei 2026 22:07 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Polresta Surakarta meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada menyikapi maraknya informasi dan video viral terkait aksi "teror pocong" di berbagai daerah. Fenomena ini diduga kuat menjadi modus baru para pelaku kriminal untuk memicu ketakutan dan mengincar barang berharga korban.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas AKP Lingga Ramadhani, S.Tk., S.I.K., M.M., CPHR, mengingatkan agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar.
“Jangan mudah percaya. Modus seperti ini bisa membuat masyarakat takut lalu menjadi korban kejahatan,” ujar AKP Lingga, Kamis (28/5/2026).
Mengincar Korban di Lokasi Sepi
Berdasarkan analisis kepolisian, pelaku biasanya beraksi di lokasi yang sepi dan minim penerangan dengan mengenakan pakaian menyerupai pocong. Saat korban panik dan ketakutan, pelaku akan langsung melancarkan aksinya.
* Target Operasi: Pengendara atau pejalan kaki yang sendirian.
* Waktu/Tempat: Malam hari di area gelap atau minim pengawasan.
* Tujuan: Merampas barang berharga (HP, dompet, atau kendaraan) saat korban kehilangan konsentrasi akibat takut.
Langkah Antisipasi dari Kepolisian
Untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Surakarta tetap kondusif, Polresta Surakarta memberikan beberapa imbauan penting kepada masyarakat:
1. Tetap Tenang dan Waspada: Jika melihat gelagat mencurigakan, jangan langsung panik.
2. Manfaatkan Call Center 110: Segera lapor ke layanan kepolisian yang aktif 24 jam jika menemui ancaman di jalan.
3. Saring Sebelum Sharing: Hindari menyebarkan video atau informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menciptakan keresahan massal.
"Tetap tenang, waspada, dan segera hubungi polisi apabila menemukan hal yang mencurigakan. Bersama kita jaga situasi kamtibmas Kota Surakarta tetap aman dan kondusif," pungkas AKP Lingga.
Bagikan