Sukoharjo
Senin, 02 November 2026 21:34 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

SUKOHARJO (Soloaja.co) — DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukoharjo menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penggerebekan di salah satu pondok pesantren di Sukoharjo yang berdampak terhadap para ustadzah dan santriwati.
Sebagai bentuk kepedulian, jajaran pengurus DPD PKS Kabupaten Sukoharjo melakukan silaturahim langsung ke lokasi pesantren pada Senin (2/11/2026) sore untuk memberikan dukungan moral dan menyampaikan beberapa sikap resmi.
Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua DPD PKS Kabupaten Sukoharjo Tito Setiyo Nugroho, Ketua Bidang Advokasi Alvian Khoirul Mahfiz, serta anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo dari Fraksi PKS, Sumiyati.
Dalam keterangannya, Ketua DPD PKS Sukoharjo Tito Setiyo Nugroho menegaskan bahwa kepentingan dan keselamatan para santriwati harus menjadi prioritas utama dari semua pihak.
"Keprihatinan kami bukan hanya terhadap peristiwa yang terjadi, tetapi juga terhadap dampak yang dirasakan para ustadzah dan santriwati. Kami berharap semua pihak dapat mengedepankan pendekatan yang bijaksana, mengutamakan perlindungan perempuan dan anak, serta memastikan mereka tetap mendapatkan rasa aman," ujar Tito.
DPD PKS Sukoharjo menyoroti tiga poin penting terkait penanganan kasus ini:
"Jangan sampai anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru mengalami ketakutan dan trauma. Pemulihan kondisi psikologis serta keberlangsungan pendidikan mereka harus menjadi perhatian bersama," tambah Tito.
Dorong Pendampingan dan Trauma Healing
Sebelum melakukan kunjungan ke pesantren, anggota DPRD Sukoharjo Fraksi PKS dari Dapil 5 (Mojolaban dan Polokarto), Sumiyati, telah berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) Kabupaten Sukoharjo melalui UPTD PPA pada Senin pagi.
Sumiyati mendesak agar UPTD PPA memberikan pendampingan berkelanjutan dan program trauma healing bagi para ustadzah serta santriwati yang terdampak.
"Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika persoalan ini menjadi perhatian publik. Para santriwati membutuhkan dukungan, termasuk trauma healing apabila diperlukan, agar mereka kembali merasa aman dan dapat menjalani aktivitas pendidikan dengan tenang," tegas Sumiyati.
Melalui upaya ini, PKS Sukoharjo berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga kondisi para santriwati, mengawal pemulihan psikologis mereka, dan memastikan hak-hak perempuan serta anak terlindungi demi terciptanya lingkungan Sukoharjo yang aman dan kondusif.
Bagikan