Blibli
Rabu, 29 April 2026 09:19 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) meluncurkan inisiatif JEDA (Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang) sebagai langkah nyata memperkuat literasi digital masyarakat.
Didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, serta idEA, kampanye ini bertujuan membangun budaya berhenti sejenak (pause culture) sebelum merespons informasi maupun bertransaksi.
Melalui situs edukatif jeda10detik.com, Blibli menggelar eksperimen sosial yang melibatkan lebih dari 158.000 warga sepanjang awal tahun 2026. Hasilnya cukup signifikan; 7 dari 10 peserta mengaku merasa lebih tenang dan jernih setelah melakukan jeda singkat selama 10 detik. Hal ini membuktikan bahwa respons impulsif di ruang digital dapat ditekan dengan kesadaran sederhana.
Nazrya Octora, Head of PR Blibli, menjelaskan bahwa kualitas sebuah keputusan sangat bergantung pada kejernihan pikiran, bukan sekadar kecepatan. Inisiatif ini hadir sebagai respons atas tingginya angka penipuan online di Indonesia yang telah merugikan masyarakat hingga triliunan rupiah.
Dengan mengambil JEDA, konsumen diharapkan menjadi lebih kritis dan tidak mudah terpantik oleh konten clickbait atau tawaran yang mencurigakan.
Dukungan penuh datang dari berbagai lembaga negara. Kepala Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyebut JEDA sebagai contoh konkret edukasi literasi digital yang relevan.
Sementara itu, pihak Bank Indonesia menilai kebiasaan ini sebagai lapisan perlindungan pertama dalam mitigasi risiko transaksi keuangan. Kementerian Perdagangan juga menyelaraskan kampanye ini dengan gerakan BIJAK (Baca, Ingat, Jauhi, Adukan, Kritis) untuk membentuk konsumen yang berdaya.
Secara psikologis, psikolog Irma Agustina menekankan bahwa jeda 10 detik membantu mengalihkan energi impulsif menjadi kendali diri yang lebih stabil. Praktik sederhana seperti menarik napas dalam atau relaksasi singkat di tengah rutinitas digital terbukti efektif membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih bijak, baik dalam berbelanja maupun berinteraksi di media sosial.
Bagikan