UMS Surakarta
Senin, 06 Juli 2026 11:34 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat ekosistem akademik yang kompetitif di tengah persaingan global melalui kemitraan strategis dengan perguruan tinggi bereputasi dunia.
Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan benchmarking Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, didampingi Wakil Rektor IV Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Senin (6/7) di Persada Canselori, Bangi, Malaysia.
Rombongan UMS diterima langsung oleh Vice Chancellor UKM, Prof. Datuk Dr. Sufian Jusoh, beserta jajaran pimpinan universitas. Pertemuan strategis ini membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, internasionalisasi, hingga pengembangan kapasitas editor dan reviewer jurnal ilmiah.
UKM sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik yang menempati peringkat 130 dunia berdasarkan QS World University Rankings.
Kolaborasi akademik antara UMS dan UKM terbukti telah berkembang konsisten sejak tahun 2018. Hingga saat ini, kedua institusi berhasil menghasilkan 67 publikasi ilmiah terindeks Scopus yang melibatkan 14 dosen UMS bersama peneliti UKM.
Di antara para akademisi tersebut, Prof. Agus Sudaryanto menjadi dosen UMS dengan jumlah publikasi kolaboratif terbanyak yang mencapai 22 artikel ilmiah terindeks Scopus.
Vice Chancellor UKM, Prof. Datuk Dr. Sufian Jusoh, mengapresiasi kontribusi akademisi UMS dan mengundang mereka untuk bergabung sebagai anggota editorial board maupun reviewer jurnal ilmiah di UKM, begitupun sebaliknya.
Prof. Sufian memaparkan bahwa budaya publikasi yang ketat, di mana setiap dosen diwajibkan menghasilkan minimal empat publikasi Scopus per tahun, menjadi kunci utama UKM dalam mempertahankan reputasi internasionalnya.
Sebagai tindak lanjut konkret, UMS dan UKM sepakat memperluas implementasi kerja sama melalui program pertukaran dosen (lecture exchange). UKM menyatakan kesiapannya mengirimkan dosen untuk mengajar di UMS, sekaligus membuka peluang bagi dosen UMS untuk menjadi dosen tamu di Malaysia.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menilai benchmarking ini menjadi momentum penting untuk menyerap praktik baik dari UKM, mulai dari budaya riset yang kuat hingga sistem pembinaan karier akademik yang terukur.
Harun menegaskan bahwa kemitraan ini harus melahirkan program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas publikasi bereputasi, sehingga UMS dapat terus tumbuh menuju visi internasional.
Bagikan