UMKM
Jumat, 13 Februari 2026 16:26 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi Erna Prilyani, warga Kartasura Sukoharjo menjadi seorang pengusaha UMKM yang kini merambah pasar nasional.
Dari rumah ia memulai langkah kecil yang kelak mengubah hidupnya dengan mengolah celana jeans bekas menjadi tas dengan karakter unik.
Awalnya, semua dijalani dengan penuh keraguan. Erna mengaku sempat tidak yakin apakah hobinya menjahit bisa benar-benar menopang kebutuhan keluarga. Dengan peralatan seadanya, ia mulai menjahit dari rumah, memanfaatkan bahan yang mudah didapat dan nyaris tak bernilai.
“Waktu itu yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan,” ujar Erna, pada awak media, Jumat (13/02).
Berangkat dari hobi yang telah ia tekuni sejak remaja, Erna melihat tumpukan denim tak terpakai sebagai peluang. Satu per satu potongan kain ia rangkai, bukan sekadar untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk menjaga semangat. Dari proses itu, lahirlah DenCraft, usaha kecil yang perlahan menemukan bentuk, identitas, dan pasarnya sendiri.
Perjalanan membangun DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder ketika melihat produk lain yang sudah lebih rapi dan modern. Melalui pendampingan usaha yang ia terima sebagai nasabah PNM Mekaar, ia mulai belajar memperbaiki kualitas produksi dan memperluas cara pandangnya terhadap usaha.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat kepercayaan lebih luas. Kesempatan besar datang ketika Erna untuk pertama kalinya bisa membawa karyanya ke ajang pameran kerajinan berskala nasional, Inacraft 2026 di Jakarta.
“Waktu itu saya diajak PNM ikut pameran nasional, rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia menyadari bahwa apa yang dimulai dari rumah kecil di Solo ternyata mampu berbicara di panggung yang lebih besar. “Saya ingin usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,” katanya.
Kini, DenCraft tidak hanya membantu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan keberanian untuk bangkit. Dari bahan sederhana dan proses yang panjang, Erna membuktikan bahwa pemberdayaan bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan tentang perjalanan menemukan kembali kepercayaan diri dan masa depan yang lebih mandiri.
Bagikan
UMKM
2 bulan yang lalu