Air bersih
Sabtu, 12 September 2026 15:27 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Suasana Kota Solo terasa begitu semarak seiring digelarnya Pakubuwono Street Parade Festival 2026 pada Sabtu (12/9/2026) . Ajang parade marching band dan drum band ini diselenggarakan oleh Karaton Surakarta Hadiningrat bekerja sama dengan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Surakarta.
Rangkaian parade yang melintasi jantung kota dimulai dari kawasan Ngarsopuro, bergerak menyusuri koridor jalan menuju Alun-Alun Utara Karaton Surakarta, hingga berakhir di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat.
Penyelenggaraan festival ini terasa kian istimewa berkat kehadiran langsung Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV (PB XIV). Kehadiran raja Karaton Surakarta tersebut menegaskan pesan penting bahwa lembaga adat dan kebudayaan memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi penerus untuk berkarya, berekspresi, serta mengembangkan potensi bakat mereka.
Turut hadir mendampingi dalam kesempatan tersebut, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng.
Tampak pula para sentono dalem dari berbagai trah keluarga dan keturunan Karaton Surakarta, di antaranya cucu Pakubuwono XI serta cucu Pakubuwono XII, yang berkumpul memberi dukungan penuh atas terselenggaranya ajang seni pertunjukan tersebut.
Perwakilan Karaton Surakarta sekaligus cucu Pakubuwono XII, BRAY. Salindri Kusumo Dyah Ayuningrum, menjelaskan bahwa partisipasi SISKS Pakubuwono XIV merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya terhadap antusiasme warga masyarakat, khususnya kalangan muda, dalam memajukan dunia kebudayaan.
"Pagi ini ada marching band dan drum band yang diikuti beberapa sekolah dari tingkat SD, SMP juga SMA. Bukan hanya dari Kota Solo saja, ada dari Wonogiri, ada dari Karanganyar dan daerah lainnya," ujar Salindri saat ditemui awak media di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Salindri menegaskan bahwa keberadaan generasi muda memiliki peran yang sangat strategis dalam menjamin keberlanjutan kebudayaan daerah. Oleh karena itu, penyediaan sarana dan ajang berkarya secara berkelanjutan menjadi kunci utama agar ikatan tradisi tidak terputus di tengah arus modernisasi.
Melalui Pakubuwono Street Parade Festival 2026, para peserta mendapat panggung nyata untuk melatih kecakapan sekaligus mempromosikan kekayaan seni pertunjukan kepada publik luas.
Ia pun berharap agenda ini dapat tumbuh menjadi momentum tahunan yang terus memperkuat tali silaturahmi, menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur, serta memupuk rasa kebersamaan di tengah masyarakat Solo Raya.
Prestasi Membanggakan Kontingen SD Warga
Semangat pantang menyerah serta buah manis dari latihan intensif ditunjukkan secara nyata oleh salah satu kontingen peserta, yakni SD Warga Surakarta. Tampil mengesankan di kategori Junior Non-Brass Group, SD Warga sukses memborong sejumlah penghargaan bergengsi sekaligus.
Dalam kategori tersebut, SD Warga berhasil membawa pulang trofi Juara 1 Street Parade, Juara 1 Color Guard, Juara 3 Mayor, hingga dinobatkan sebagai Juara Favorit pilihan penonton dan dewan juri.
Kepala Sekolah SD Warga, Conchita Conie Silimalar, S.Pd., membeberkan bahwa pada ajang kali ini pihak sekolah menerjunkan sebanyak 52 siswa-siswi terbaiknya. Penampilan mereka juga didukung oleh lima personel maskot serta didampingi oleh dua perwakilan orang tua murid yang sigap membantu kelancaran operasional di lapangan.
"Dalam pembimbingan ekstrakurikuler ini, kami ingin mengajarkan kekompakan. Anak-anak belajar bahwa penampilan yang baik tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kerja sama seluruh tim," ungkap Conchita.
Di samping keterampilan musikalitas, kegiatan marching band terbukti ampuh membentuk keberanian moral mental siswa saat harus berhadapan dan bertampil di muka umum. Pengalaman berharga bertanding di arena kompetisi resmi seperti ini mengajarkan anak-anak cara mengelola rasa gugup, meningkatkan kepercayaan diri, menjawab tantangan, serta belajar menghargai usaha peserta dari sekolah lain.
"Bagi kami, drum band bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga tentang membangun karakter, kerja sama, kepercayaan diri dan semangat untuk memberikan yang terbaik," tutur Conchita.
Dengan jangkauan kepesertaan yang kian meluas, ajang ini diharapkan mampu terus menjelma menjadi wadah perjumpaan harmonis antara generasi muda, seni pertunjukan, dan lingkungan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat demi menjaga api kebudayaan nasional agar tetap menyala.
Bagikan