TNI AD Bersama Pemkot Surakarta Buat Bendungan Air Atasi Kebakaran Putri Cempo
SOLO - (Soloaja.co) - Musibah kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, sempat menghentikan total aktivitas pembuangan serta pengolahan sampah di wilayah Kota Surakarta.
Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada sistem pengolahan sampah daerah, tetapi juga memicu kekhawatiran masyarakat di kawasan sekitar lokasi terkait paparan asap serta risiko penyebaran titik api.
Merespons kondisi darurat tersebut, jajaran TNI AD dari Kodim 0735/Surakarta bergerak cepat turun ke lokasi untuk membantu penanganan teknis di lapangan. Sejak Sabtu pagi (12/9/2026) pukul 09.00 WIB, para prajurit bersama dinas terkait melakukan serangkaian aksi nyata guna mempercepat proses pemadaman serta mencari solusi taktis penanganan musibah kebakaran tersebut.
- Dukung Solo Wellness City 2030, Charme Resmi Hadir
- Simulasi Pemadam Api: UMS Genjot Mitigasi Kebakaran Kampus
Danramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Kapten Cba Sugiyono, S.Sos., menyatakan bahwa penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo membutuhkan penanganan khusus mengingat medan tumpukan sampah yang tebal dan luas. Pihaknya berkolaborasi rapat dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengambil tindakan penanggulangan secara langsung di area terdampak.
"Alhamdulillah banyak cara yang kita kerjakan dan langsung action dengan pengerukan kanal dan pembuatan bendungan di sekeliling area TPA Putri Cempo guna menyuplai air dalam penanganan kebakaran tersebut," kata Kapten Cba Sugiyono di lokasi kegiatan.
Sugiyono menguraikan, pemicu utama timbulnya titik api diduga kuat akibat fenomena cuaca ekstrem panas yang melanda wilayah Surakarta dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca terik memicu reaksi kimia pada tumpukan sampah organik hingga menghasilkan gas metan yang sangat sensitif dan mudah terbakar saat terpapar suhu tinggi.
- Bank Raya Pacu Literasi dan Gaya Hidup Sehat di Solo
- Danrem 074/Warastratama Buka Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI
Mengingat pasokan air menjadi kendala utama dalam menjinakkan kobaran api di atas tumpukan sampah, pembuatan bendungan dan pengerukan kanal darurat di sekeliling area tumpukan sampah diputuskan sebagai langkah strategis paling efektif.
Keberadaan bendungan ini difungsikan untuk menampung pasokan air secara konstan sehingga memudahkan armada pemadam kebakaran maupun petugas lapangan dalam menyuplai air secara berkelanjutan.
Langkah tanggap cepat serta kerja keras jajaran Kodim 0735/Surakarta ini mendapat apresiasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta.
- Peduli dan Ngayomi, PB XIV Hangabehi Baksos Air Bersih di Wonogiri
- Harga Emas Antam Merosot ke Rp2,6 Juta, Ini Level yang Perlu Diwaspadai
Perwakilan BPBD mengungkapkan rasa terima kasih atas sinergi dan aksi percepatan yang dilakukan oleh personel TNI AD, mengingat ancaman kepulan asap dan potensi kemunculan titik api baru masih terus terjadi jika tidak segera dilokalisasi.
Sinergi antara TNI AD, BPBD, dan Pemerintah Kota Surakarta ini diharapkan mampu menekan dampak kerugian lingkungan serta kesehatan masyarakat akibat asap kebakaran.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan terus diperkuat, tidak hanya pada fase penanganan darurat tetapi juga dalam merumuskan langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah terulangnya peristiwa kebakaran di kawasan pengolahan sampah TPA Putri Cempo.
