Pajak Bertutur 2026, DJP Jateng II Sasar SD Hingga Mahasiswa

Kamis, 03 September 2026 14:29 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002082747.jpg
Pajak bertutur 2026 DJP Jateng II di SD Mojosongo Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kembali menggelar aksi edukasi kolosal Pajak Bertutur 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis (3/9). 

Mengusung tema "Pajak Kita, Energi Generasi Juara" serta tagline "Sehari Mengenal, Selamanya Bangga", agenda tahunan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam dunia pendidikan nasional.

Secara nasional, kegiatan ini dijangkau melalui jaringan luas DJP yang meliputi Kantor Pusat, 34 Kantor Wilayah, 352 Kantor Pelayanan Pajak (KPP), hingga 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). 

Aksi serentak ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman fungsi vital perpajakan kepada para siswa sejak dini lewat metode pembelajaran interaktif dan menyenangkan.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Tengah II, Herlin Sulismiyarti, menegaskan pentingnya mengenalkan peran pajak kepada generasi muda melalui pendekatan yang sederhana, relevan, serta mudah dicerna.

"Pajak Bertutur menjadi salah satu upaya menanamkan kesadaran pajak sejak dini melalui jalur pendidikan. Dengan mengenalkan pajak secara sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, kami berharap generasi muda memahami bahwa pajak memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, termasuk mendukung penyediaan fasilitas pendidikan dan SDM unggul," ungkap Herlin.

Di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Tengah II, program ini disebarkan secara masif melingkupi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Kanwil DJP Jateng II menyasar SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta sebagai lokasi kegiatan inklusi tingkat dasar.

Tak ketinggalan, KPP dan KP2KP di berbagai daerah turut bergerak serentak. KPP Madya Surakarta menggelar edukasi di SD Muhammadiyah PK Kottabarat, KPP Pratama Surakarta di SMAN 1 Surakarta, serta KPP Pratama Sukoharjo di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo.

Di wilayah Boyolali, Klaten, dan Karanganyar, edukasi dilaksanakan masing-masing di SMAN 2 Boyolali, SMAN 3 Klaten, dan Universitas Muhammadiyah Karanganyar. Untuk kawasan Cilacap, Kebumen, Magelang, Purbalingga, Purwokerto, Sragen, Temanggung, Wonogiri, dan Wonosobo, kegiatan merambah ke sekolah-sekolah unggulan dan kampus setempat seperti SMKN Jateng Purbalingga, Unwiku Purwokerto, hingga Universitas Putra Bangsa Kebumen.

Pelaksanaan di kelas mengusung pendekatan joyful learning berdurasi satu jam pelajaran. Para petugas penyuluh membalut edukasi dengan media interaktif, permainan kelompok, hingga perlombaan edukatif penunjang agar siswa dapat menyerap materi perpajakan tanpa kesan kaku.

Melalui sinergi berkelanjutan dengan instansi pendidikan, DJP berharap kesadaran pajak tidak sekadar berhenti pada ajang seremonial tahunan. Penanaman nilai kesadaran warga negara ini diproyeksikan menjadi pondasi karakter generasi penerus bangsa demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.