Sukoharjo
Rabu, 18 Februari 2026 15:58 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Tradisi padusan menjelang Ramadan di Objek Wisata Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, berlangsung meriah pada Senin (17/02/2025).
Berbeda dengan sekadar ritual berenang biasa, tahun ini pengunjung disuguhi tradisi baru berupa gunungan Sego Berkat, pembagian jamu gratis, hingga dongeng kisah nabi di pinggir kolam.
Inovasi Tradisi dan Literasi
Kehadiran sosok Gatotkaca yang diperankan oleh Agus Widanarko, SE (Mas Danar), Staf Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporapar Sukoharjo, menjadi magnet utama. Sambil mengenakan kostum superhero, Mas Danar membawakan dongeng kisah Nabi Nuh—sebuah cerita yang relevan dengan unsur air dan suasana musim hujan.
"Harapannya adik-adik mencucikan diri dengan padusan dan tertarik selalu datang ke sini. Biar padusan tidak jauh-jauh ke kabupaten tetangga," ujar Mas Danar. Selain mendongeng, ia juga membagikan sekitar 150 bungkus Sego Berkat dan jamu gratis sebagai simbol berkah dan identitas Sukoharjo.
Lonjakan Pengunjung dan PAD
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, menyatakan bahwa Batu Seribu merupakan ikon wisata daerah yang terus dioptimalkan. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi dari pagi hingga sore hari.
"Momen ini bagi kami berkah karena meningkatkan kunjungan secara signifikan dibanding hari biasa. Ini menjadi motivasi luar biasa bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ungkap Herdis.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, Sukoharjo berkomitmen memperkuat ikon wisata mandiri agar tidak hanya bergantung pada limpahan wisatawan dari kawasan Solo Baru atau daerah sekitar.
Respon Positif Pengunjung
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Duta Wisata Sukoharjo yang turut mempromosikan destinasi lokal. Salah satu pengunjung cilik, Ardian, siswa SD Gentan Bulu, mengaku sengaja datang pagi-pagi demi menanti aksi Gatotkaca.
"Ternyata di sini juga meriah, ada bonus Sego Berkat dan jamu. Airnya sama segarnya dengan umbul di kabupaten tetangga, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi," pungkas Ardian.
Bagikan