Muhammadiyah
Senin, 26 Januari 2026 13:40 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SRAGEN (Soloaja.co) – Masalah tumpukan sampah pasca-kerja bakti dan keterbatasan armada angkut di lingkungan pemukiman kini punya solusi konkret.
Melalui inovasi Mosaling (Mobil Sampah Keliling), Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, berhasil menciptakan sistem layanan publik yang multifungsi dan berbasis komunitas.
Inovasi yang diinisiasi oleh Lurah Plumbungan, Leila Yunia Kartikawati, S.STP, MM, sejak tahun 2022 ini awalnya bertujuan untuk menekan perilaku buang sampah sembarangan.
Namun dalam perjalanannya, Mosaling berkembang menjadi armada vital yang mendukung berbagai sektor kehidupan warga di 12 RW dan 63 RT.
"Kami fokus pada penanganan di level kampung, RT, dan RW. Mosaling hadir mengisi celah pelayanan yang belum tersentuh armada rutin, terutama untuk kebutuhan angkutan skala besar saat kerja bakti atau situasi darurat," ujar Leila, Senin, 26 Januari 2026.
Multifungsi dan Lintas Sektoral
Tak hanya urusan limbah, Mosaling juga berperan sebagai kendaraan taktis dalam penanggulangan bencana, membantu mobilisasi logistik relawan, hingga mendukung sektor pendidikan dengan membantu pengangkutan perlengkapan kemah siswa.
Di sektor ekonomi, armada ini aktif membantu Bank Sampah mengangkut hasil pilahan untuk dijual ke tengkulak.
Keberlanjutan program ini didukung oleh kolaborasi kuat antara pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pihak swasta.
Sinergi ini memastikan Mosaling tetap beroperasi sebagai layanan sosial yang meringankan beban masyarakat, termasuk membantu pengangkutan sarana prasarana kegiatan warga seperti kursi dan tenda.
Dengan semangat pelestarian lingkungan, Mosaling juga kerap digunakan untuk mobilisasi bibit tanaman.
Kehadirannya kini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana di tingkat kelurahan mampu memberikan dampak luas bagi ketahanan sosial dan kebersihan lingkungan hidup.
Bagikan