MBG Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa, Pendidikan Lebih Berkualitas

Selasa, 07 April 2026 13:57 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001543385.jpg
Suasana dapur SPPG Penumping Solo (Soloaja / istimewa)

JAKARTA (Soloaja.co) - Setelah berjalan lebih dari 1 tahun, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti mampu mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas dari meningkatnya konsentrasi belajar siswa. Evaluasi pemerintah menunjukkan adanya penurunan gangguan belajar akibat lapar di sekolah penerima program, terutama di sejumlah daerah dengan dampak yang signifikan.

Terkait hal itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan bahwa dampak program ini sangat terasa dalam aktivitas belajar siswa.

“Pemenuhan gizi yang baik melalui Program Makan Bergizi Gratis membantu meningkatkan kesiapan belajar siswa. Kehadiran dan konsentrasi di sekolah menjadi lebih terjaga,” ujarnya dalam rilisnya Selasa (07/04). 

“Gizi yang cukup sangat memengaruhi daya konsentrasi dan semangat belajar. Melalui MBG, kami ingin memastikan anak-anak dapat belajar dengan kondisi fisik yang optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat bahwa MBG mampu mengurangi gangguan konsentrasi akibat rasa lapar. Berdasarkan evaluasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), sekolah penerima MBG menunjukkan penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase lebih tinggi dibandingkan sekolah yang belum menerima program tersebut.

Dampak yang lebih signifikan terlihat di wilayah Indonesia Timur, dengan penurunan gangguan belajar mencapai 14,85 poin persentase lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa intervensi gizi melalui MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran secara optimal.

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

“Program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045 agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani. Ia menilai MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi strategis untuk menciptakan generasi unggul.

“Gizi yang baik memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan fisik anak. Anak yang mendapatkan asupan bergizi akan lebih aktif, fokus dalam belajar, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik,” katanya. 

Dengan penurunan angka gangguan belajar yang signifikan, pemerintah optimistis bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi fondasi kokoh dalam menciptakan generasi unggul yang siap bersaing secara global