lomba mewarnai
Jumat, 12 Juni 2026 19:02 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Bank Mandiri Cabang Sriwedari berkomitmen penuh mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo untuk naik kelas melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penegasan ini disampaikan dalam acara Kerja Sama Permodalan dan Perbankan yang menjadi bagian dari rangkaian UMKM Vaganza gelaran Solo Economic Community (SOLEC) di Hotel Minoa Solo, Jumat (12/6).
Kepala Cabang Mandiri Cabang Sriwedari, Anggrawati, menyampaikan bahwa KUR merupakan program yang didukung penuh oleh pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha. Pihaknya siap mengawal dan memberikan dukungan total agar UMKM dapat berkembang lebih maju.
Cluster Manager Bank Mandiri Solo Sriwedari, Wahyu Saptono, menjelaskan bahwa fasilitas permodalan ini dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat dengan berbagai jenis bidang usaha, sepanjang tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku. Bank Mandiri melayani pengajuan limit KUR mulai dari Rp1 juta hingga Rp500 juta.
Wahyu menekankan pentingnya kelengkapan persyaratan administratif bagi calon debitur. Namun, jika ada syarat yang belum terpenuhi, masyarakat dipersilakan datang ke kantor cabang untuk berdiskusi guna mencari solusi dan melengkapinya. Salah satu poin yang kerap dipertanyakan adalah mengenai NPWP. Ia menjelaskan hal ini selaras dengan program pemerintah yang memadankan nomor NPWP dengan KTP.
Lebih lanjut, Wahyu mengingatkan para pelaku UMKM agar bijak dalam menggunakan dana pinjaman. KUR merupakan opsi permodalan dengan suku bunga paling murah dibandingkan jenis kredit lainnya dan wajib disalurkan oleh bank-bank Himbara. Oleh karena itu, dana yang cair harus benar-benar dialokasikan untuk kegiatan produktif yang menghasilkan, bukan untuk kebutuhan konsumtif.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap jeratan pinjaman online (pinjol). Banyak pelaku usaha yang terjebak pinjol karena tergiur proses cepat dan janji manis bunga rendah, padahal terdapat biaya administrasi tersembunyi yang sangat tinggi di awal. Pihaknya mengajak para pelaku usaha untuk selalu mengakses lembaga keuangan resmi pemerintah yang legal dan transparan.
Sementara itu, perwakilan SOLEC, Andi, memaparkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk menjadi jembatan penghubung antara pelaku usaha mikro dengan dunia perbankan. Selama ini, masih banyak pelaku usaha yang belum akrab dengan produk perbankan atau bahkan cenderung menghindarinya karena takut dengan kerumitan birokrasi, sehingga akhirnya memilih jalan pintas melalui pinjol.
Melalui forum edukasi ini, para pelaku UMKM diajarkan strategi dan trik agar usaha mereka dinilai layak dan memenuhi kriteria perbankan (bankable). Selain Bank Mandiri, rangkaian acara UMKM Vaganza ini juga menggandeng sejumlah institusi keuangan lain seperti CIMB Niaga Syariah, serta Shinhan Bank dari Korea yang dijadwalkan mengisi sesi pertemuan bisnis pada hari Sabtu guna menyasar segmen pasar kemitraan yang lebih besar.
Bagikan