Mampukah Brand Herbal Solo Raya Bertahan Pasca Banjir Kosmetik Impor?

Selasa, 14 Juli 2026 07:28 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001889104.png
Pendiri Arbain Jaya Investama sekaligus pegiat kesehatan masyarakat Solo Raya, Sukarna, M.Pd., M.M., (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Fenomena serum impor murah dengan janji hasil instan kini mendominasi layar ponsel konsumen. Di sisi lain, brand herbal lokal di wilayah Solo Raya dan sekitarnya perlahan tersingkir dari keranjang belanja digital. 

Terjadi paradoks di mana narasi kebanggaan produk lokal bergaung keras di media sosial, namun realisasinya di marketplace justru berbanding terbalik akibat serbuan kosmetik impor murah, terutama dari Tiongkok.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan pangsa pasar kosmetik lokal merosot dari 80 persen menjadi tinggal 40 persen dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini diperparah dengan temuan ratusan ribu tautan penjualan produk ilegal oleh BPOM yang didominasi oleh kosmetik luar negeri bermasalah.

Pelaku usaha herbal lokal kini menghadapi tiga tantangan utama: perang harga yang tidak seimbang akibat skala produksi impor yang masif, minimnya transparansi produk di platform digital, serta kelemahan narasi pemasaran dari para pelaku UMKM.

Pendiri Arbain Jaya Investama sekaligus pegiat kesehatan masyarakat Solo Raya, Sukarna, M.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa banyak pelaku UMKM yang mengeluhkan produk mereka kalah sorotan dan kalah harga. Menurutnya, brand lokal harus mulai melompat lebih agresif melalui beberapa langkah strategis.

Langkah tersebut meliputi pembangunan narasi lokal yang bermakna dengan mengangkat cerita petani lokal, menjadikan transparansi izin BPOM sebagai kekuatan, memperkuat kolaborasi maklon yang etis, mengoptimalkan kanal digital berbasis komunitas, serta meningkatkan sinergi dengan kebijakan pemerintah.

Kesadaran konsumen kini mulai tumbuh seiring maraknya kasus iritasi akibat kosmetik murah ilegal. Momentum ini diharapkan mampu mendorong gerakan nyata dari generasi muda Solo Raya untuk secara sadar beralih memilih produk herbal lokal yang jelas asal-usul dan keamanannya demi mewujudkan semangat kulit sehat produk negeri sendiri.