Luhut Apresiasi Kolaborasi Pemprov Jateng Pimpinan Luthfi: Punya Masa Depan Luar Biasa

Sabtu, 13 Desember 2025 07:55 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001135023.jpg
Luhut Panjaitan, Gubernur Luthfi, Ketua Kadin Solo dan Sekda Solo (Humas Jateng)

SOLO (Soloaja.co) — Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasi tinggi terhadap prinsip kolaborasi dan kerja sama yang diusung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam membangun wilayah. Prinsip ini dinilai krusial untuk menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan investasi di tengah tingginya ketidakpastian global dan perang tarif.

Berbicara dalam Solo Investment Forum 2025 di Kota Surakarta, Jumat (12/12/2025), Luhut memuji langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng dan Kota Surakarta dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi pembangunan berbasis studi.

"Jawa Tengah punya masa depan luar biasa. Jawa Tengah punya semua potensi," kata Luhut. "Semua senang berinvestasi di sini."

Basis Kebijakan Harus Studi, Bukan Perasaan Tahu Semua

Luhut menekankan pentingnya mengambil keputusan berdasarkan kajian ilmiah. Menurutnya, kelemahan yang sering terjadi adalah tidak adanya studi yang mendasari kebijakan. Ia mengingatkan, seorang pemimpin tidak selalu mengerti semua hal.

"Supaya keputusan yang dibuat oleh gubernur, wali kota, dan bupati, yang jumlahnya 35 itu, basisnya adalah studi," tegas Luhut.

Oleh karena itu, Luhut menggarisbawahi pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang diterapkan Gubernur Luthfi. "Ini memerlukan team work yang kuat seperti Pak Gubernur sampaikan tadi. Saya lihat Beliau ini memang paten. Tentu tidak ada manusia yang sempurna, tetapi Beliau bisa membentuk kerja sama tim. Itu penting," jelasnya.

Collaborative Government dan Peran Akademisi

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa implementasi collaborative government memang sangat diperlukan. Ia meyakini provinsi dan kabupaten/kota tidak dapat berdiri sendiri.
Salah satu kunci kolaborasi tersebut adalah keterlibatan universitas dan akademisi.

"Ia punya kajian-kajian, punya sumber daya manusia. Contoh misalkan, untuk mengembangkan desalinasi, serapan air tanah di tempat kita itu kan tinggi sekali. Maka kita ke depankan Undip bikin terobosan air payau, air laut, itu bisa kita ubah menjadi air tawar," ungkap Luthfi.

Saat ini, Pemprov Jateng telah menjalin kerja sama dengan 88 rektor perguruan tinggi di berbagai bidang. Kerja sama ini penting untuk memastikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja, yang sejalan dengan investasi yang masuk.

"Inilah yang menjembatani antara kampus dengan Pemprov kepada investasi di tempat kita. Tanpa ada hubungan kausalitas, nanti akan terputus komunikasinya," tambahnya.

Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Luthfi menegaskan, semangat gotong royong, kebersamaan, kolaborasi, dan kerja sama tim adalah napas yang dimiliki Jawa Tengah dan diimplementasikan di setiap sektor, termasuk dalam investasi dan ekonomi.

Keterlibatan seluruh potensi ini membuahkan hasil signifikan. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan III-2025 mencapai 5,37%, yang 85% di antaranya ditopang oleh investasi. Realisasi investasi periode Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 326 ribu orang.

"Nafas kita yaitu gotong royong, together we can, bersama-sama kita bisa. Agar ekonomi kita berdaya guna, kita harus menggerakkan seluruh potensi masyarakat, untuk berkolaborasi dan berintegrasi dengan pemerintah pusat, serta aglomerasi ekonomi," tutupnya.