LSM LAPAAN RI Peduli PPKM Menyisir 5 Kecamatan Solo Bagikan 450 Paket Sembako

Rabu, 01 September 2021 15:23 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

IMG_20210901_154346.jpg
Ketua Umum LSM LAPAAN RI BRM Kusumo Putro

SOLO (Soloaja.co) - Pemerintah Kota Solo terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat, termasuk juga sejumlah instansi, pengusaha dan sejumlah tokoh ikut berbagi bantuan. 

Salah satunya dari LSM Lembaga Penyelamatan Aset dan Anggaran Belanja Negara RI (LAPAAN RI) Jateng, yang membagikan 450 paket sembako terdiri 1 ton beras dan mie instan.

"Selama ini kami terus kritik dan teriak agar pemerintah tidak lengah memperhatikan warganya ditengah pandemi ini, tapi kami juga melakukan aksi baksos sembako langsung pada warga yang membutuhkan," kata Ketua umum LSM LAPAAN RI BRM Kusumo Putro, Rabu 1 September 2021.

Mulai pagi, Kusumo Putro mulai bergerak membagikan paket sembako langsung pada warga yang layak mendapatkan. Seperti PKL, penjual jasa, parkir, pemulung, tukang sampah, tukang sapu pemakaman, penggali kubur tukang tambal ban dan warga kurang mampu lainnya. Selain itu sepanjang jalan menuju titik bantuan, Kusumo juga menyisir warga yang layak mendapat bantuan.

Hari ini ada lima titik di lima kecamatan, yakni Pasar Nongko kecamatan Banjarsari, Baluwarti kecamatan Pasar Kliwon, TPU Purwoloyo kecamatan Jebres, Tipes kecamatan Serengan, dan Karangasem kecamatan Laweyan." Imbuh Kusumo, yang juga tokoh masyarakat Solo.

LSM LAPAAN RI saat membagikan sembako di Baluwarti Solo

Selain sasaran warga terdampak pandemi, bantuan juga diberikan pada panti asuhan. 

"Bantuan ini tidak seberapa, tapi kami siap memberikan bantuan sampai Solo keluar dari masa pandemi," tegas Kusumo.

Sambil membagikan langsung sembako, Kusumo juga memantau dan melakukan dialog dengan masyarakat mengenai keluh kesah mereka selama pandemi. 

"Bantuan di kota Solo sangat melimpah, hampir seluruh kementrian, Instansi pemerintah dan swasta hingga politisi dan pengusaha menaruh bantuan di kota Solo. Kami harap bantuan merata dan tidak menumpuk di satu wilayah atau komunitas saja," imbuh Kusumo.

Hal itu juga sejalan dengan saran yang pernah disampaikan pada pemerintah, bahwa sebaiknya bantuan untuk warga dari APBD tidak harus dalam bentuk sembako, atau dalam bentuk uang saja.

"Masyarakat kan tidak hanya butuh sembako, tapi juga ada kebutuhan lain. Hari ini Pemkot Solo mulai menyalurkan 31 ribu paket sembako untuk bulan pertama saya masih berharap bantuan bulan kedua dalam bentuk uang tunai saja." Tegas Kusumo.