Lolos Google Student Ambassador, 8 Mahasiswa UMS Siap Mendunia

Sabtu, 20 Juni 2026 11:23 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001799130.jpg
Salah satu mahasiswa UMS yang lolos Google Student Ambassador 2026, Muhammad Hasbi Assidiqi, mahasiswa UMS dari Prodi Sistem Informasi (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Sebanyak delapan mahasiswa UMS berhasil meloloskan diri dalam program bergengsi Google Student Ambassador 2026 yang diinisiasi langsung oleh raksasa teknologi dunia, Google.

Program resmi yang berlangsung dari Januari hingga Agustus 2026 ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, literasi teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara positif.

Salah satu mahasiswa UMS yang lolos dari Program Studi Sistem Informasi (SI), Muhammad Hasbi Assidiqi, menjelaskan bahwa kompetisi untuk masuk ke program ini sangatlah ketat. Dari sekitar 81 ribu pendaftar di seluruh Indonesia, hanya sekitar 2.000 peserta yang dinyatakan diterima.

Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya merupakan mahasiswa UMS, yaitu Airlangga Pradana Prakusa, Devina Maheswari, Aini Nur Laila, Yumna Safinatunnajah, Najwa Rafefya Asyla, Selviana Uswatun Khasanah, Yuanda Eka Saputra, serta Muhammad Hasbi Assidiqi sendiri.

"Program ini terbuka untuk semua jurusan. Jadi bukan hanya dari rumpun teknologi, tetapi seluruh mahasiswa dari berbagai bidang ilmu memiliki kesempatan yang sama," ujar Hasbi, Sabtu (20/6/2026).

Hasbi membeberkan bahwa setelah dinyatakan lolos lewat tiga tahapan seleksi—administrasi, video YouTube, dan tantangan promosi AI—para duta mahasiswa ini masih harus berjuang menaikkan jenjang kompetensi mereka.

"Ada level Rising Star, Achiever, hingga Trailblazer. Semakin tinggi levelnya, semakin besar kesempatan yang didapatkan, termasuk peluang berkunjung ke kantor Google di luar negeri," jelasnya.

Untuk mendongkrak level tersebut, para ambassador diwajibkan aktif membuat konten edukatif terkait teknologi dan AI—seperti pemanfaatan Gemini AI—di media sosial serta menyelenggarakan kegiatan edukasi di lingkungan kampus masing-masing.

Bagi Hasbi, pengalaman paling berharga dari program ini adalah kesempatan emas membangun jaringan profesional dengan mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia, serta akses langsung ke para ahli dari Google.

Melihat perkembangan teknologi yang kian melesat, Hasbi berpesan agar rekan sesama mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara bijak dan produktif sekaligus konsisten membangun portofolio digital yang positif sejak bangku kuliah.