Kunci Kampung Berkah dan Bahagia dengan Gerakan WA

Minggu, 17 Mei 2026 09:36 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001678085.jpg
Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro, Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Kunci kampung yang berkah dan bahagia menjadi tema utama dalam kegiatan salat Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Minggu (17/5/2026).

Tema mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.
Di awal kajiannya, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan tersebut mengingatkan jemaah melalui penggalan Surat Al-An’am ayat 162: *Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin*.

“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah,” ujarnya penuh kehangatan di hadapan para jemaah.

Ustaz Dwi Jatmiko mengajak seluruh jemaah untuk merenungi dua konsep dasar dalam Islam yang tak lekang oleh waktu, yaitu iman dan takwa. Ia mengupas tuntas makna, hubungan, serta implementasi keduanya dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim.

Secara bahasa, iman berarti percaya. Sedangkan secara istilah, iman merupakan keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, serta pembuktian melalui amal perbuatan. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-A’raf ayat 96.

Inisiasi Gerakan "WA"

Dalam penyampaiannya, Ustaz Dwi Jatmiko menekankan bahwa jika seluruh penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah pasti akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi.

“Maka kunci kampung berkah dan bahagia bisa diawali dengan gerakan WA, yaitu *waosan* Al-Qur'an atau membaca Al-Qur'an dan memahami artinya,” ajak sosok yang juga anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (PDM) Solo tersebut.

Keberkahan yang dimaksud dapat mewujud dalam berbagai bentuk bagi warga kampung, seperti:
* Rezeki yang melimpah dan kemudahan dalam segala urusan.
* Kemudahan ketiban rezeki untuk menunaikan ibadah umrah dan haji.
* Kesehatan fisik dan rohani yang prima (*seger waras*) tanpa ketergantungan obat kimiawi.

Membangun Rumah Tangga Islami

Di akhir pengajian, Ustaz Dwi Jatmiko mengajak jemaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah melalui empat pilar kepedulian: peduli agama, peduli manusia, peduli lingkungan, dan peduli sistem. Ia juga mengimbau jemaah senantiasa memohon kemudahan kepada Allah dalam menjalankan amal saleh.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa rumah tangga yang berkah bermula dari ibadah yang kuat. Melalui salat yang khusyuk di masjid maupun mushala rumah, komunikasi yang baik, serta saling menjaga dari perilaku yang mendatangkan murka Allah, pasangan suami istri akan mampu menciptakan ketenangan.

“Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman, *baiti jannati* (rumahku surgaku), sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bisa berangkat haji dan umrah dengan mudah,” pungkasnya.

Tags:Khotbah