Krisis Air Bersih Meluas, PMI Sukoharjo dan Yonif TP 459/SH Salurkan Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 16:53 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002011411.jpg
Ketua PMI Sukoharjo dr Kunari bersama Yonif TP 449/SH Sukoharjo mengirim bantuan air bersih (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Puskesmas Sukoharjo berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo dan YONIF TP 449/Satrio Honggopati menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, Sabtu (15/8). Penyaluran ini dilakukan guna membantu warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Koordinator kegiatan sekaligus Kepala Puskesmas Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani, menyampaikan bahwa pada tahap awal ini pihaknya menerjunkan tiga armada tangki air bersih ke lokasi terdampak.

"Melihat krisis air bersih yang terus meluas, kami akan berupaya untuk mengirimkan bantuan air bersih susulan. Mengenai sasaran lokasi berikutnya, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BPBD Sukoharjo," ujar dr. Kunari.

Kekeringan Melanda Lebih dari Empat Tahun

Kepala Desa Kedungjambal, Suminto, mengungkapkan bahwa ancaman krisis air bersih selalu membayangi desanya setiap kali musim kemarau panjang tiba. Kondisi memprihatinkan ini tercatat sudah berlangsung selama lebih dari empat tahun.

"Di desa ini ada sekitar delapan RT dan ratusan KK yang terdampak kekeringan," jelas Suminto.

Kondisi tersebut memaksa warga menggantungkan kebutuhan harian pada kiriman bantuan. Salah seorang warga setempat, Suratno, mengaku telah berupaya memperdalam sumur miliknya hingga puluhan meter, namun tidak membuahkan hasil.

"Saya sudah berupaya menggali sumur lagi sampai kedalaman lebih dari 80 meter, tapi air tetap tidak keluar. Kalau tidak ada bantuan air bersih seperti ini, ya kami terpaksa beli air Rp3.500 per jerigen," tutur Suratno.

BPBD Imbau Donatur Berkoordinasi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, krisis air bersih saat ini telah meluas hingga ke 10 desa di tiga kecamatan. Secara keseluruhan, total warga terdampak kekeringan mencapai 849 KK atau 2.724 jiwa.

Kepala BPBD Sukoharjo, Ariyanto, menyebutkan bahwa konsorsium bantuan dari sektor pemerintah maupun swasta terus mengalir secara bertahap. Hingga pertengahan Agustus ini, total 946 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke titik-titik krisis.

Guna memastikan penyaluran berjalan efektif dan tidak menumpuk di lokasi tertentu, BPBD meminta seluruh pihak yang hendak menyalurkan bantuan untuk melakukan verifikasi data lokasi terlebih dahulu.

"Kami mengimbau para donatur dan lembaga swasta untuk berkoordinasi dengan BPBD terlebih dahulu sebelum mendistribusikan bantuan. Langkah ini penting agar bantuan air bersih terbagi merata dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan," imbau Ariyanto.