Kolaborasi Lintas Sektor Gita Pertiwi dan Pemkot Solo, Menuju Kota Cerdas Pangan

Jumat, 21 Agustus 2026 23:17 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002044256.jpg
Media briefing Yayasan Gita Pertiwi bersama Pemkot Surakarta dalam upaya mewujudkan Solo Kota Cerdas Pangan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Langkah Pemerintah Kota Surakarta bersama Yayasan Gita Pertiwi dalam mewujudkan Solo sebagai Kota Cerdas Pangan terus menunjukkan komitmen nyata. Melalui integrasi dari hulu ke hilir, pendekatan kota cerdas pangan difokuskan pada penguatan rantai pasok, kemandirian pangan lokal, hingga pengelolaan sisa makanan (Food Loss and Food Waste) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebagai pelopor, Kota Solo telah menyusun peta jalan (roadmap) sistem pangan berkelanjutan yang terukur dan terevaluasi. Peta jalan ini menjadi panduan strategis dalam memastikan setiap warga memiliki akses terhadap pangan yang aman, bergizi, terjangkau, dan diproduksi secara bertanggung jawab.

"Dari puluhan kota yang bergabung di Pakta Milan, baru Kota Solo yang sudah memiliki peta jalan (roadmap) jelas. Harapannya, peta jalan ini dapat terus dimonitor dan dievaluasi layaknya Rencana Aksi Daerah (RAD) pangan gizi," ujar Titik Eka Sasanti, Direktur Gita Pertiwi, dalam agenda media briefing di Solo, Kamis (20/08).

Dalam pelaksanaannya, transformasi sistem pangan di Kota Solo bertumpu pada tiga pilar utama: Kemandirian Pangan Skala Rumah Tangga, Ekonomi Sirkular & Pengelolaan Sampah Organik, dan Pemenuhan Pangan Sehat Usia Dini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta, Wahyu Kristina, mengungkapkan bahwa keberlanjutan sistem pangan hulu ke hilir sangat krusial bagi daerah perkotaan.

​"Prinsip utamanya adalah jangan sampai ada warga yang lapar. Pangan harus mudah diakses dengan harga terjangkau. Karena Solo memiliki keterbatasan lahan pertanian kami terus mendorong kemandirian pangan skala rumah tangga melalui pemanfaatan limbah dan budidaya tanaman hortikultura," jelas Wahyu Kristina.

Pangan sehat bagi anak-anak menjadi pilar penting pendukung Solo sebagai Kota Layak Anak. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, memaparkan komitmennya dalam memperluas edukasi porsi gizi seimbang di sekolah.

"Pihak kami saat ini terus menggencarkan sosialisasi kantin sehat. Sejauh ini sudah ada empat sekolah di Kota Surakarta yang berhasil memberlakukan standar kantin sehat, diantaranya SD Negeri Cemara 2 No. 13 dan SD Muhammadiyah 1 Solo," kata Dimas Teguh Saputra.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang konsisten, Solo optimistis dapat menjadi percontohan nasional dalam membangun ketahanan pangan perkotaan yang mandiri, sehat, dan berwawasan lingkungan.