TelkomGroup
Senin, 02 November 2026 10:52 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

JAKARTA (Soloaja.co) — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mempertahankan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026 di tengah dinamika industri telekomunikasi serta transformasi TLKM 30. Menutup kuartal III 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun, atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama didorong oleh kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services yang naik 8,3 persen YoY menjadi Rp71,5 triliun.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA Telkom tercatat sebesar Rp55,5 triliun atau tumbuh 2,0 persen YoY dengan margin EBITDA 48,9 persen. Laba bersih perseroan mencapai Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen, sementara laba bersih normalisasi meningkat 3,9 persen YoY menjadi Rp16,5 triliun dengan margin 14,6 persen.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menyampaikan bahwa perseroan terus berfokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi strategis TLKM 30 untuk memberikan manfaat jangka panjang.
"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal," ujar Nanang Hendarno.
Nanang menambahkan, tren pertumbuhan konsumsi data menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur. Perseroan terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan.
Tumbuh Positif di Empat Segmen Utama
Kinerja positif Telkom ditopang oleh pertumbuhan di empat segmen bisnis utamanya:
Transformasi TLKM 30 dan Penataan Portofolio
Hingga kuartal III 2026, Telkom merampungkan penataan 14 entitas pada pilar streamlining, mencakup divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, dan penggabungan 2 entitas. Realisasi belanja modal (capex) mencapai Rp15,7 triliun, di mana 94,3 persen dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure.
Tonggak penting lainnya adalah penyelesaian spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026. Langkah ini mengkonsolidasikan lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup ke dalam model bisnis carrier-neutral dan open-access.
"Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik bagi pelanggan dan masyarakat," tutup Nanang.
Bagikan