Kinerja Semester I 2026: Telkom Bukukan Pendapatan Rp75,9 T

Sabtu, 01 Agustus 2026 20:21 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001959951.jpg
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini (Soloaja)

JAKARTA (Soloaja.co) — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan periode paruh pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen secara tahunan (YoY).

Pencapaian pendapatan tersebut diiringi oleh peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 3,8 persen YoY menjadi Rp37,5 triliun, dengan margin EBITDA yang terjaga di level 49,4 persen.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp10,6 triliun. Adapun laba bersih yang dinormalisasi tumbuh 6,2 persen YoY menjadi Rp11,3 triliun dengan margin sebesar 14,9 persen, yang ditopang oleh pemulihan kinerja pada bisnis mobile. 

Dari sisi likuiditas, Telkom membukukan arus kas operasional sebesar Rp34,9 triliun, tumbuh 7,0 persen YoY berkat disiplin efisiensi biaya.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa hasil kinerja ini mencerminkan keberhasilan akselerasi transformasi digital yang dijalankan perseroan melalui strategi TLKM 30. 

“Pencapaian ini memperkuat optimisme perusahaan untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital di Indonesia.” Kata Dian Siswa rini. 

Pendorong utama pertumbuhan di segmen B2C berasal dari Telkomsel yang mengantongi pendapatan Rp55,6 triliun, naik 3,3 persen YoY. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0 persen. 

Kenaikan konsumsi data masyarakat selama masa libur sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia turut mendorong Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9,0 persen YoY menjadi Rp45.600. Di lini fixed broadband, IndiHome mencatatkan kenaikan ARPU secara kuartalan sebesar 3,4 persen menjadi Rp211.000 dengan rasio konvergensi meningkat hingga 65 persen.

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan melonjak 19,0 persen YoY menjadi Rp33,1 triliun, dengan pendapatan eksternal tumbuh 4,9 persen YoY menjadi Rp4,7 triliun. Anak usaha Telkom di bidang menara telekomunikasi, Mitratel, menyumbang pendapatan Rp4,7 triliun seiring bertambahnya jumlah penyewa menara menjadi 63.866 tenant. 

Sementara di lini B2B ICT, pendapatan mencapai Rp7,3 triliun atau naik 35,7 persen secara kuartalan di tengah proses restrukturisasi portofolio.

Guna menjaga nilai perusahaan di masa depan, Telkom merealisasikan belanja modal (CAPEX) sebesar Rp10,8 triliun pada semester pertama 2026. Sebagian besar alokasi anggaran tersebut difokuskan pada pengembangan segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business. 

Perseroan juga menuntaskan penyederhanaan struktur grup melalui penataan 10 entitas bisnis serta terus mempersiapkan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan rampung pada semester kedua tahun ini.