Haul solo
Senin, 05 Oktober 2026 22:39 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Suasana khidmat dan sarat nilai religius serta tradisi budaya tecermin dalam peringatan Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII (PB XII) yang digelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Siti Hinggil Keraton Surakarta, Minggu - Senin (3-5/10).
Pada hari Minggu tampak ratusan abdi dalem, sentono dalem, para pria mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan beskap dan blangkon, sementara para wanita mengenakan kebaya tradisional.
Acara dibuka dan diisi dengan lantunan do'a, tahlil, serta tembang-tembang macapat/kidung doa Jawa yang dilantunkan secara bersama-sama. Di bagian depan pendopo Siti Hinggil, berdiri tiang dan hiasan bunga-bunga indah yang mengelilingi foto mendiang Sinuhun Pakubuwono XII, lengkap dengan sajian tumpeng serta aneka hidangan tradisi keraton (ubarampe).
Peringatan tahunan ini tidak hanya menjadi ajang mendoakan almarhum Sinuhun PB XII yang wafat pada tahun 2004 silam, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa di lingkungan Keraton Surakarta.
Perwakilan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelestarian adat, budaya, serta keberlangsungan tradisi di lingkungan keraton.
Dalam keterangannya usai menghadiri kegiatan adat di kompleks Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi menyampaikan bahwa keberadaan keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa memiliki peran penting dalam memperkokoh identitas bangsa. Oleh karena itu, sinergi antar-elemen keraton serta dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar setiap ritual dan kegiatan adat dapat terlaksana dengan khidmat dan berkelanjutan.
"Upaya pelestarian nilai-nilai tradisi dan budaya luhur ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami di Lembaga Dewan Adat terus berkomitmen untuk menjaga agar nilai-nilai adat tetap hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar KPH Eddy Wirabhumi.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan adat dan budaya di keraton menjadi kunci utama agar warisan leluhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Melalui berbagai agenda kebudayaan, Keraton Surakarta diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi budaya yang membanggakan bagi Kota Solo dan Indonesia.
Kanjeng Eddy menambahkan proses revitalisasi kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat terus dimatangkan melalui penataan tata ruang dan penggunaan bangunan di lingkungan dalam keraton.
Dalam penataan tersebut, Sinuhun Paku Buwono XIV menempati kantor yang sebelumnya digunakan oleh Sinuhun Paku Buwono XII. Selain itu, penggunaan kantor juga dilakukan secara berbagi (sharing) dengan Panembahan di area bekas Kantor Dalam Paku Buwono XI.
Sementara itu, untuk tempat tinggal, Sinuhun Paku Buwono XIV dipertimbangkan akan menempati Keraton Kulon. Langkah ini sejalan dengan rencana revitalisasi kawasan Keraton Kulon yang akan diselaraskan bersama pemerintah.
Proses pengerjaan revitalisasi dan penataan ini ditargetkan dapat berjalan secepat mungkin. Sejumlah persiapan awal mulai dilakukan, seperti pembersihan kawasan, pembongkaran beberapa bangunan yang diperlukan, hingga pemindahan barang-barang koleksi museum karena gedung museum akan menjalani pembongkaran total. Seluruh pekerjaan awal tersebut dijadwalkan berlangsung padat mulai besok pagi.
"Terkait konsep pemanfaatan Keraton Kulon ke depan, kawasan ini direncanakan mengusung konsep kombinasi. Selain menjadi area kediaman, Keraton Kulon memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya dan tempat pembelajaran sejarah." Imbuhnya.
Pengembangan kawasan ini diarahkan pada konsep wisata minat khusus, bukan wisata umum. Para pengunjung yang datang nantinya diatur dengan ketentuan tertentu, seperti mengenakan pakaian adat, didampingi pemandu, serta disajikan hidangan khas keraton untuk memberikan pengalaman budaya yang autentik.
Bagikan